Kamis, 09 September 2010

Kapori Jendreral (Pol) Bambang Hendarso Danuri :
Pengakuan Gayus Tidak benar

Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri (BHD) ketika disela-sela rapat kerja yang berlangsung di Bogor baru-baru ini membantah adanya kesepakatan antara penyidik dengan Gayus Tambunan.
Bambang meminta semua pihak untuk mengikuti saja proses di pengadilan. "Silakan didengarkan di persidangan. Nanti kalau ada permintaan hakim untuk ada tindak lanjut apa tentu akan dipenuhi oleh penyidik," kata Kapolri.
Edward, Polri terus memantau temuan-temuan baru. Terkait kebenarannya, Polri menyerahkan hal itu kepada majelis hakim. Edward juga membantah beberapa pengakuan Gayus dalam persidangan.

Jakarta,Data News - Tanggal 2 Agustus lalu, telah digelar sidang perdana kasus mafia hukum terdakwanya Sjahril Djohan. Dalam persidangan tersebut terungkap adanya sejumlah fakta. Salah satunya adalah soal pembagian uang Gayus sebesar Rp 25 miliar.
Tentang pembagian uang tersebut, saat sidang diyakini oleh JPU (Jaksa penuntut Umum), yaitu yakin adanya pembagian uang hasil korupsi di Dirjen Pajak itu dilakukan di ruangan kerja Radja Erizman, antara bulan Oktober-September 2009.
Dalam pertemuan itu menurut Jaksa hadir pula pengacara Gayus, yakni Haposan Hutagalung. Dari Rp 25 miliar, Bareskrim, kejaksaan, hakim, Gayus, Haposan dan tim pengacaranya, masing-masing mendapat Rp 5 miliar.
Pada sidang perdana dengan terdakwa Sjahril Djohan tersbut, Gayus mencabut berita acara pemeriksaan (BAP) soal konfirmasi ke Arafat dan Sri Sumartini terkait pemberian uang USD 45 ribu yang dititipkan melalui Haposan Hutagalung.
Saat diperiksa, Gayus mengaku hanya membantu penyidik tim independen karena penyidikan mengalami kebuntuan setelah Haposan bungkam soal adanya aliran dana tersebut.
Sementara itu tim independen sampai persidangan kasus Gayus digelar sempat menyatakan Robertus sebagai buron. "Saya katakan sudah pernah ketemu, bisa saja dia pergi lagi,"ujarnya.
Robertus yang berprofesi sebagai konsultan pajak ini sampai kini memang masih misterius. Mabes Polri sempat menyatakan dengan tegas Robertus buron. Namun tersangka kasus mafia hukum, Komisaris Arafat, mengaku sempat dipertemukan dengan Robertus. Dalam pertemuan itu Robertus mengaku telah memberikan uang sebesar Rp100 juta kepada Kombes Pambudi Pamungkas dan Brigjen Raja Erizman.
Tentang sidang tersebut, Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri (BHD) ketika disela-sela rapat kerja yang berlangsung di Bogor baru-baru ini. BHD membantah adanya kesepakatan antara penyidik dengan Gayus Tambunan.
Kapolri secara tegas, mengatakan bahwa penyidikan tim independen yang dipimpin Irjen Mathius Salempang berjalan profesional.  "Tidak benar (pengakuan Gayus), kita fakta hukum saja. Tidak ada kesepakatan-kesepakatan. Proses itu harus bisa kita pertanggungjawabkan. Tidak ada rekayasa. Kan semua dibuat dalam persidangan," tandas Kapolri.
Bambang meminta semua pihak untuk mengikuti saja proses di pengadilan. "Silakan didengarkan di persidangan. Nanti kalau ada permintaan hakim untuk ada tindak lanjut apa tentu akan dipenuhi oleh penyidik," kata Kapolri.
Meski begitu, Kapolri membuka kemungkinan ada pendalaman materi dari pemeriksaan skandal mafia pajak itu. "Kalau hakimnya meminta untuk didalami apa yang dimaksud dalam keterangan yang bersangkutan tentu akan didalami," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang menambahkan keterangan Kapolri. Menurut Edward, dugaan rekayasa yang dilakukan oleh penyidik tim independen hanya pengakuan sepihak Gayus.
Edward  menambahkan, "Tidak ada kasus markus dimarkusi. Saya tegaskan itu," katanya. Mantan tenaga ahli Lemhanas itu menjelaskan, setiap pengakuan Gayus dalam pemeriksaan pasti diselidiki kebenarannya oleh penyidik. Namun tidak semua pengakuan itu benar.
Edward juga mengklarifikasi status Roberto Santonius, konsultan pajak yang sekarang dinyatakan sebagai buronan (DPO). "Itu juga sudah pernah ada dengan tim dan saya sampai saat ini belum bisa menelusuri sampai sejauh mana penanganannya," katanya.
Edward juga mengatakan "Penyidik tidak kebingungan. Justru Gayus yang kebingungan. Besok mengatakan perusahaan ini, besok mengatakan itu," katanya. Penyidik juga bekerja berdasar fakta dan bukti yang diperoleh dalam pemeriksaan.
Masih menurut Edward, Polri terus memantau temuan-temuan baru. Terkait kebenarannya, Polri menyerahkan hal itu kepada majelis hakim. Edward juga membantah beberapa pengakuan Gayus dalam persidangan.
Sementyara itu, menurut Kapuspenkum Kejagung Babul Khoir Harahap "Itu baru keterangan dari satu pihak," ujarnya Babul menambahkan bahwa dalam pengakuan Arafat disebutkan, jaksa Cirus dan Fadil sempat terlibat pertemuan dengan Arafat dan Sri Sumartini di Hotel Kristal, Jakarta.
Hasil pertemuan memunculkan pasal 372 KUHP tentang penggelapan. Sehingga perkara Gayus bisa ditangani oleh bidang pidana umum Kejagung, di mana Cirus dan Fadil menjadi salah satu jaksanya.
Babul juga mengatakan, bahwa keterangan yang muncul tersebut belum tentu benar. Selain itu, pihaknya juga menyerahkan kepada penyidik terkait dengan pengakuan itu. "Itu ranahnya kepolisian, tidak perlu dikomentari," ujarnya.(Tim)

Rabu, 08 September 2010

DETASEMEN B SATBRIMOB POLDA JATIM
ADAKAN PELATIHAN KEPEMIMPINAN TINGKAT DANRU
Malang, Data News - Dalam rangka upaya peningkatan kepemimpinan tingkat Komandan Regu jajaran Detasemen B Satbrimob Polda Jatim, sesuai hasil evaluasi Kepala Detasemen B Satbrimob Polda Jatim Kompol Basya Radyananda, S.I.K melaksanakan pelatihan kepemimpinan tingkat Komandan Regu.
Kegiatan Pelatihan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dari tanggal 28 sampai dengan 30 Juli 2010 yang diawali paparan Kasimin Detasemen B Akp. Teguh Santoso, S.E
kegiatan tersebut dibuka oleh Kasat Brimob Polda Jatim Kombes Pol. Drs. Restu M. Budyanto dilanjutkan memberikan Santiaji kepada seluruh peserta pelatihan kepemimpinan tingkat Danru.
Di samping itu Kasat Brimob Polda Jatim memberikan Apresiasi positif atas pelaksanaan pelatihan kepemimpinan tingkan Danru yang telah dilaksanakan oleh Detasemen B Satbrimob Polda Jatim, hal ini diharapkan oleh Kasat Brimob pelatihan-pelatihan serupa bisa lebih ditingkatkan.
Materi pokok pelatihan kepemimpinan tingkat Komandan Regu adalah Managemen Training Level I , Level II dan Leadership. Adapun penyampain materi Leadership langsung Oleh Kaden B Satbrimob Polda Jatim Kompol Basya Radyananda, S.I.K.
Untuk Pemateri Managemen Training Level I dan level II mendatangkan Instruktur dari Polresta Malang Kompol Zain Mawardi mantan Instruktur Pusdik Brimob Watukosek yang telah memiliki sertifikasi Instruktur Managemen Training. Dalam pelatihan kepemimpinan tingkat Danru jajaran Detasemen B sat brimob Polda Jatim
Juga diberikan pengenalan latihan menembak Senjata Mesin Ringan (SMR) dan Senjata Mesin Berat (SMB) yang bertempat di Lapangan Tembak Pusdik Brimob Watukosek.
Akhir dari Pelatihan Kepemimpinan Tingkat Danru dilaksanakan Upacara penutupan yang dipimpin oleh Kaden B Satbrimob Polda Jatim Kompol Basya Radyananda, S.I.K di lapangan Tembak Pusdik Watukosek.
Pelaksanaan kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat Danru pada dasarnya berjalan dengan lancar dan tertib tidak ada kendala yang berarti berkat adanya kerjasama antar fungsi.(Ony)
Sawi, Dukun Aborsi yang Praktiknya Dibongkar Polisi
Andalkan Dua Batu Bertuah dan Minyak Goreng

Tuban, Data News – Nama Sawi sebagai dukun aborsi di Desa Tengger, Kecamatan Kerek, sudah lama dikenal. Teknis menggugurkan kandungan pasiennya pun tergolong unik. Yakni, memadukan teknis pijat dan meminum air dari rendaman dua batu bertuah yang dicampuri minyak kelapa.
Kemampuan Sawi untuk mengingat sesuatu tampaknya sudah payah. Jangankan awal mulai praktik perdukunan, umurnya sendiri pun tak diingat. Selama diwawancarai koran ini di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tuban Selasa (27/7) siang, dia berkali-kali mengerutkan dahinya untuk mencoba memanggil kembali memori di otaknya.
Ekspresi lain yang khas adalah memainkan ujung bagian kanan bawah kebayanya. Dua ekspresi itulah yang berulang-ulang dilakukan wanita yang seluruh kulitnya berkeriput ini. Saat ditanya umurnya, Sawi dua kali menyebut berbeda. Pertama, dia mengaku 55 tahun. Tak berselang lama, Sawi menyebut 65 tahun. Salah satu hal yang masih diingat dia adalah teknis menggugurkan kandungan ala perdukunannya.
Sawi mengungkapkan, dalam menangani pasiennya yang ingin kandungannya diaborsi, dirinya sangat berharap dari dua batu kecil yang diyakininya sangat bertuah. Batu yang ditemukan pada dua makam punden yang dikeramatkan di desa setempat sekitar tahun lalu itulah yang jadi andalannya. "Saya mendapat petunjuk mimpi menggunakan batu itu untuk menolong orang," tegas nenek satu anak dan satu cucu ini.
Petunjuk mimpi itulah yang rutin dipratikkan setiap kali menangani wanita hamil yang minta janinnya digugurkan. Urutannya, dia mengambil minyak kelapa untuk diteteskan pada dua batu bertuahnya. Setelah itu, barulah kedua batu tersebut dicemplungkan ke dalam gelas berisi air. Air inilah yang diminumkan kepada pasien setelah lebih dulu batunya diambil.
Dalam tradisi masyarakat Jawa, minyak kelapa banyak digunakan dukun beranak untuk memudahkan proses persalinan ibu melahirkan akan ditangani. Cara menggunakan minyak ini sama dilakukan Sawi, yakni mencampurkan dalam minuman. Tapi benarkah minyak kelapa teruji secara medis menggugurkan kandungan? Ini yang tidak pernah ada dalam referensi dunia kedokteran.
Sedangkan untuk membunuh janin yang menempel di rahim, Sawi menggunakan teknis pijat seperti dilakukan dukun aborsi lain yang pernah diungkap polisi. Sejumlah tetangga Sawi mengungkapkan, selain diminumi air bertuah, pasien aborsi juga dipijat perutnya. Kepada polisi, mereka mengatakan, wanita hamil yang ditangani tidak langsung janinnya keluar. Namun, butuh waktu relatif lama rata-rata satu bulan.
Keterangan warga itu klop dengan hasil pemeriksaan Uswatun, pasien yang diamankan petugas di tempat praktik Sawi. Dia mengatakan, selama sepekan menginap, setiap hari perutnya diurut.
Setelah itu, dia pulang satu minggu. Pekan berikutnya, dia balik lagi dan menginap. Karena masih proses, janinnya belum keluar.
Namun, pengakuan itu tak diakui Sawi. Dia mengatakan, dirinya memang bermaksud mengupayakan gugurnya kandungan pasien-pasiennya. Itu pun baru proses dan belum membuahkan hasil. Sawi juga menampik dirinya menggunakan teknis pijat. "Pijat bukan untuk pasien yang hamil," kata wanita yang tak pernah mengenyam bangku sekolah ini.
sebuah rumah di Desa Tengger, Kecamatan Kerek yang diduga dijadikan tempat praktik dukun pijat aborsi, Senin (26/7) petang digerebek Unit Opsnal I Satreskrim Polres Tuban. Selain menciduk Sawi, pemilik rumah sekaligus dukun aborsi, polisi juga mengamankan tiga wanita hamil yang jadi pasiennya.
Mereka, Hidayah, 20; warga Kecamatan Parengan yang hamil 6 bulan; Uswatun, 22, asal Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan (5 bulan); dan Kustantiah, 21, Desa Sokosari, Kecamatan Soko (5 bulan). Sebagai barang bukti, polisi mengamankan dua batu yang dipakai untuk prosesi menggugurkan kandungan dan sebuah botol minyak goreng.
Praktik aborsi Sawi diperkirakan berlangsung lama. Pasiennya tidak hanya dari Tuban, namun dari sejumlah daerah di luar kota. Tarifnya Rp 4 juta per pasien.
Wanita yang jadi pasiennya tidak hanya yang hamil muda. Mereka yang hamil tua, 7-8 bulan, pun dapat ditangani. Pasien yang meminta janinnya digugurkan adalah yang kehamilannya tidak dikehendaki. Sebagian besar hasil hubungan gelap. (agus/data)
Harus Tegas, Relokasi Pedagang Pasar Babat
Lamongan , Data News – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lamongan meminta pemerintah daerah untuk lebih tegas dengan segera melakukan relokasi atau pemindahan pedagang dari Pasar Babat lama ke Pasar Agrobis.
Hal itu disampaikan juru bicara Banggar Nurul Kholik saat menyampaikan hasil pembahasan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2009, di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD setempat, Kamis (5/8).
“Dengan telah diresmikannya Pasar Agrobis Babat, Banggar meminta pemerintah daerah melakukan pembinaan dan sosialisai kepada pedagang lama dan baru. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi permasalahan dikemudian hari, “ ujar Nurul Kholik.
Selain itu, lanjut dia, perlu adanya ketegasan dari pemerintah daerah untuk segera melakukan relokasi pedagang dari pasar (Babat) lama ke Pasar Agrobis. “Guna mewujudkan Kota Babat sebagai pusat kota perdagangan, diminta pemerintah daerah merealisasikan pembangunan Pasar Modern Babat.
Sedangkan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di Kota Babat, agar program pembangunan ring road (jalan lingkar) Babat selatan segera direalisasikan, “ tegas dia.
Terkait perkembangan industri di wilayah pantura, Nurul Kholik meminta pemerintah daerah untuk mencegah dampak negatif dari industrialisasi tersebut.
 “Agar dibuat regulasi taat ruang laut yang mengatur pendirian industri guna menghindari relokasi kepentingan para nelayan karena alasan industri. Selain itu investor perlu memasang rambu-rambu nelayan, menjaga keseimbangan alam serta melakukan penghijauan di sekitar lokasi industri, “ kata dia.
Banggar sendiri dalam kesimpulannya menyampaiakn Raperda tentang pertanggungjawaban APBD 2009 yang disampaikan telah mengakomodir berbagai masukan, sehingga telah direvisi dan disempurnakan.
Penyusunanya menurut Banggar juga telah mengacu peraturan perundang-undangan yang berlaku. Demikian pula pengelolaan anggaran serta penggunaannya sudah sesuai dengan kebutuhan riil yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara Masfuk dalam sambutannya menyampaikan bersyukur dan terima kasih bahwa terhadap pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun 2009 sehingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah memberikan penilaian wajar dengan pengecualian.
”Saya yakin di tahun-tahun yang akan datang, dengan kerjasama yang semakin baik antara eksekutif dan legislatif, insya allah penilaian yang dilakukan secara profesional tersebut akan meningkat menjadi wajar tanpa pengecualian, ” ujarnya.
”Hampir selama satu dasa warsa saya mengabdi dan bekerja untuk tanah kelahiran tercinta, banyak romantika hidup, suka duka dalam memajukan pemerintahan ini. Tanpa mengenal pamrih saya terus bekerja dan bekerja keras dan dengan dukungan seluruh pimpinan dan anggota DPRD, bermunculan gagasan dan inovasi yang cemerlang, ” ungkap dia.
Inovasi tersebut menurut dia berupa mata-mata ekonomi baru yang akan membawa kemajuan dan kesejahteraan masyarakat lamongan. Disebutkannya pula kini investor memiliki minat yang sangat tinggi untuk  menanamkan investasinya di lamongan.
”Saya bersama Bapak Tsalits Fahami selama lima tahun terakhir dan bersama bapak Soetarto lima tahun sebelumnya telah berusaha sekuat tenaga membangun Lamongan.
Kami menyampaikan permohonan maaf, apabila selama melaksanakan tugas-tugas negara yakni memimpin Kabupaten Lamongan sekaligus mitra kerja seluruh jajaran dewan perwakilan terdapat kesalahan dan kekurangan. Semua manusia tidak lah sempurna, kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT  dan apabila ada kesalahan hanya lah milik Masfuk, ” pungkasnya mengakhiri sambutan.(Hmas)
SISWI SLTA MENINGAL DI KAMARNYA
DIDUGA PELAKU PACARNYA
Malang , Data News –  Menjalin hubungan bercinta, biasanya penuh romantika dan dunia terasa milik berdua, namun hubungan sejoli di Malang ini mungkin beda. Siwanita meninggal dunia diduga kekasih penyebabnya.
    ES (18) warga Desa Blayu Kecamatan Wajak seorang siswi SMAN di kecamatan Turen, 4/08 lalu diketemukan dikamarnya sudah keadaan meninggal dunia. Waras Siswono (40) orang tua ES kali pertama yang mengetahui kalau ES telah meninggal dunia.
    Menurut informasi, ES diketemukan telah meninggal di tempat tidur didalam kamar dalam posisi seperti orang tertidur lelap. Setelah diketahui telah meninggal, ditemukan banyak luka memar, termasuk luka bekas gores di betis kanannya seperti sayatan benda tajam.
Sedang kelopak mata ES terdapat luka lebam dan darahnya menggumpal. Petugas belum memastikan penyebabnya, dan petugas setelah memperhatikan luka lebam itu ada kemungkinan akibat penganiayaan.
Korban menurut info yang diperoleh tinggal bertiga dengan ayah dan adiknya yang masih berusia delapan tahun. Sedang ibunya berada di Hongkong menjadi TKW. Meninggalnya ES
Dalam kondisi luka, membuat keluarganya curiga karena pagi itu ES terlihat sehat dan pergi ke sekolah.
Namun, menurut keluargaKasin (45) Paman ES, mengatakan bahwa dua hari sebelumnya (2-3/8) ES tak ke sekolah karena sakit. Rabu pagi dia ke sekolah sekalian menyerahkan surat sakit.
       AKP Hartoyo SH SIk, Kasat Reskrim Polres Malang mengatakan bahwa akibat meninggalnya ES, IC (pacar ES) warga Desa Suwaru, Pagelaran ini dibawa ke Mapolres Malang untuk mintai keterangan terkait dengan luka di tubuh ES. Teentang apakah IC pelaku, asih dalam penyelidikan.
Di Ponsel ES, tertapat data pemiriman SMS yang intinya ES mengeluh sering dihajar IC, sehingga ia menolak berpacaran lagi. Diduga penolakan itulah yang memicu aksi kekerasan oleh IC. Bahkan, kalau Ic sedang emosi, korban tak hanya dipukul, namun pernah diseret dan ditendang. Diduga, luka di betisnya itu akibat ditendang dan diseret.
Sedang luka lebam di kelopak matanya hingga darahnya menggumpal itu diperkirakan akibat dibogem mentah. “Itu luka agak lama. Namun, untuk membuktikan semua itu, kami menunggu hasil visum dan autopsi,” ungkap AKP Hartoyo SH Sik (ONY)
Sosialisasi Penataan Usaha Hasil Hutan
Surabaya, Datanews - Menanggapi banyaknya pengelolaan pengusaha kayu hasil hutan di Surabaya, Baru-baru ini, Dinas Pertanian Kehutanan dan Kelautan Kota Surabaya melaksanakan sosialisasi penataan usaha hasil hutan.
Dalam acara itu Dinas mengundang para pengusaha kurang lebih 100 pengusaha dengan pembicara dari Kabid. Kehutanan Propinsi Jawa Timur.
Ka.Pertanian, Kehutanan dan Kelautan, Ir. Syamsul Arifin dalam laporannya disampaikan ; Sosialisasi ini terlaksana untuk dapat tercapainya Penataan Usaha kayu olahan hasil hutan yang dilakukan oleh para pengusaha baik mengenai kebutuhan kayu (bahan) sampai persyaratannya dan dapatnya berkoordinasi dengan Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Surabaya.
Seperti di katakan Syamsul, Pengusaha hasil hutan sebagai tempat penimbunan kayu diSurabaya terdapat 156 pengusaha (perusahaan). Namun adanya kendala pada bahan baku yang menimpa membuat banyak yang tutup .
Melalui acara penataan hasil hutan ini di harapkan bagi yang masih berjalan tidak mendapatkan kendala dan untuk yang sudah tutup bagaimana cara ( solusi ) nya agar dapat kembali beroperasi lagi. Disamping itu agar dapat mencegah usaha ilegal loging, maka diharap para pengusaha dapat bermitra dengan lokal. Katanya.
Dengan asumsi, jika terdapat kekurangan akan stok kayu di harapkan agar dapat menanam kayu di Jawa Timur, dengan begitu kebutuhan stok kayu diJatim dapat terpenuhi dan tidak perlu mengambil dari luar Propinsi Jatim.
Usai pembukaan Syamsul Arifin menambahkan bahwa prosedur pengajuan TPK untuk SK penerbitan tidak dilakukan pemungutan biaya dan diharapkan agar yang belum pengajukan segera mengajukan, begitu pula bagi yang hendak melakukan perubahan atau pembaharuan agar segera dilaksanakan.
Diharapkan pula prosedur yang selam ini masuk pada Propinsi pada tahun 2011 bisa masuk ke Kota Surabaya yang tentunya menerjunkan stafnya dibidang tersebut. Katanya.
Kabid. Kehutanan Propinsi Jawa Timur, sebelum pemaparan menyampaikan bahwa ada dua fungsi hutan yang harus diketahui yakni ; di lestarikan dan di manfaatkan.
Dengan merujuk UU No. 41 / 1999 pasal 23; tentang pemanfaatan hutan untuk memperoleh manfaat yang optimal bagi kesejahteraan seluruh masyarakat, dengan PRO GROWTH, PRO POOR dan PRO JOB yang merupakan kebijakan Investasi.
Maka pada fungsi legalitas kayu terdapat aspek – aspek yang harus diperhatikan diantaranya. Aspek Keamanan, aspek Kepemilikan, aspek Asal Usul dan aspek penggunaan.
Hal inilah yang dapat mengikat dan menentukan fungsi serta manfaat kayu hasil hutan Negara maupun kayu hasil hutan Rakyat yang mengarah pada PRO GROWTH< PRO POOR< PRO JOB dengan mengacu pada peraturan Menteri Kehutanan NO.P.55/Menhut/II/2006 yang telah disempurnakan dengan Per Men Hut No. P.63/Menhut/II/2006, jo No.P.8/Menhut/II/2009. Ungkapnya.(Met)
Tingkatkan SDM Guru dan Peran Aktif UPTD
Wujudkan Siswa Terbaik di SDN Sugih Waras
Sidoarjo, Datanews - Dengan kurikulum dan sistem pembelajaran KTSP yang dicanangkan Menteri Pendidikan serta pembentukan dalam sekolah dengan standart Nasional Iandonesia ( SNI ) dan sekolah berbasis Internasional telah mengubah pola pikir baik bagi para kepala sekolah maupun guru. Dimana saling berlomba dalam meningkatkan mutu dan kualitaas pendidikan dimana dirinya mengajar.
Sehingga pada saat ditemui diKantornya, Drs. M. Ali Mudzakkir Kepala Sekolah SDN Sugih Waras Candi – Sidoarjo mengatakan ; bahwa untuk mendapatkan mutu pendidikan yang berkualitas maka diperlukan kerja keras dan kerja sama yang baik antara kepala sekolah dengan guru.
Saya (Ali Mudzakkir) selalu mengamati para guru selama dalam menjalankan proses belajar mengajar dan selain itu juga dilakukan pendekatan dengan berbincang - bincang langsung , dengan sedikit memberikan peneguran yang bersifat saran agar para guru dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik.
Hal itu dilakukan bertujuan untuk meningkatkan SDM guru agar tidak kalah bersaing dengan sekolah yang lain. Selain peningkatan SDM guru juga diberilkan Try Out bagi siswa – siswi yang dilaksanakan sebanyak 24 kali yang sebelumnya dibicarakan dulu bersama wali murid karena jatah yang diberi Dinas kiurang dari itu agar tidak menyalahi.
Segala upaya yang dilakukan ternyata membuahkan hasil dimana pada UASBN tahun ajaran 2009 / 2010 ini SDN Sugih Waras telah meraih juara I di Kabupaten Sidoarjo secara lembaga dan ranking IV di Jawa Timur dengan nilai total 28,75.
Dikatakan pula bahwa keberhasilan itu bukan atas kerja perorangan, tapi semua itu dapat dicapai dengan kerja keras guru yang didukung oleh wali murid yang peduli serta dorongan dan kepedulian UPTD dengan segala pancingannya kepada baik sekolah maupun siswa yang berupa pemberian award.
Award itu sendiri diberikan kepada siswa yang mendapat nilai terbaik dan berupa materi ( uang ). Sedangkan Kepala Sekolah adalah pendorong, pemberi motifasi dan pengawas selain terdapat pengawas tersendiri dari UPTD. Jelasnya.
Dengan keberhasilan ini Ali Mudzakkir ( Kasek ) berharap , kedepan khusus untuk SDN Sugih Waras dapat meningkatkan ranking di Jatim dari satu siswa seperti saat ini bisa bertambah pada tahun ajaran 2010 / 2011 besuk.
Selain itu diharapkan pula tidak hanya siswa terbaiknya yang bertambah akan tetapi sekoalh ini harus memiliki mercusuar, katanya sambil mengatakan bahwa SDN Sugih Waras memiliki siswa – siswa yang berbakat dan berpotensi yakni melalui Olah Raga dan Seni yang selalu mendapat juara umum diantaranya juara I renang kelompok umur tingkat Nasional dn panahan di tingkat Jawa Timur. Sambil berharap sekolah ini bisa mendapat predikat SNI. Ungkapnya. * (Met/Lut)
Penambang Pasir Di Sungai Brantas
Jalan Terus, Mojokerto Rawan Banjir
Mojokerto, DATA News -  Daerah aliran Sungai Brantas di wilayah Mojokerto, saat ini kondisinya semanin memprihatinkan dan bisa mempercepat erosi tebing sungai sehingga Mojokerto rawan terjadi banjir setiap saat di saat musim penghujan.
Penurunan dasar Sungai akibat penyedotan pasar, menggemburkan tanah  sekitar lereng sungai, hal ini karena pasokan pasir yang terbawa arus dari Gunung Kelud sudah tak ada lagi sejak dibangunnya cekdam.
Khalil ,Wakil Kepala Sub Perum Jasa Tirta Mojokerto belum lama ini mengatakan “Sebelum ada cekdam, pasir dari Gunung Kelud langsung masuk Sungai Brantas hingga pasir-pasir dari gunung itu menutup lubang bekas penambangan”. paparnya
Khalil menambahkan “Sekarang tidak ada lagi pasir dari gunung, dan lubang cenderung semakin dalam karena pasirnya terus ditambang,” imbuh Khalil. Tentang operasi pelarangan penambangan, dikatakan bukan wewenang Jasa Tirta.
Maraknya penambang pasir yang menggunakan peralatan modern dengan cara penyedotan pasir di Sungai Brantas jumlahnya semakin banyak , jumlah itu mengalahkan penambang pasir tradisional.
    Dengan semakin banyaknya ‘Yuyu Kangkang’ eksploitasi pasir di Sungai Brantas, penyedotan pasir tersebut terus mempengaruhi keberadaan dasar Sungai Brantas yuang berimbas ke kerusakan sekitar Sungai Brantas.
Menurut Khalil, menuturkan “Kalau operasi penertiban penambang pasir di Sungai Brantas dibebankan Perum Jasa Tirta, tidak bisa. pasalnya, yang memiliki otoritas menindak dan menertibkan penambang pasir liar adalah aparat penegak hukum yang ada di Tingkat I dan II” ujarnya.
    Tentang seberapa jauh penurunan dasar Sungai Brantas, Khalil, tidak mengelak kalau penambangan pasir menggunakan sedot pasir bisa menurunkan dasar sungai. “Secara pasti berapa penurunan dasar Sungai Brantas sekarang kita belum tahu, karena kita belum meneliti lagi setelah penelitian tahun 2008 lalu,” katanya.
Hasil penelitian 2008 dilakukan Perum Jasa Tirta menunjukkan penurunan dasar Sungai Brantas dampak dari penambangan pasir manual saja sudah mencapai 4-5 meter. Adanya penambangan pasir mekanik, Khalil memperkirakan penurunan dasar sungai lebih dari itu.(Yan)

Gajah Mada Dari Lamongan ?

MAHA PATIH GAJAH MADA
DARI DESA MADA LAMONGAN ?
Lamongan, DATA News – Belum lama ini, Masfuk ketika masih menjabat Bupati Lamongan,, membentuk tim beranggotakan sejumlah budayawan dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) guna menelusuri sejarah Patih Gajah Mada di Lamongan, tujuannya untuk menguak adanya bukti otentik bahwa Gajah Mada berasal dari Lamongan
Kita tahu bahwa Sumpah Palapa yang dahulu diucapkan oleh Maha Patih Gajah Mada dari kerajaan Majapahit tak asing lagi dan sumpah tersebut digunakan nama satelit Indonesia yaitu satelit Palapa.
Ke kharismatikan tokoh Maha Patih Gajah Mada, kini mulai ditelisik asal usul yang sebenarnya, hal ini karena selama ini dari mana asal usulnya masih simpang siur. Ada kemungkinan Gajah Mada berasal dari daerah Lamongan Jawa Timur.
Beberapa waktu lalym budayawan Viddy AD Daery dari Lamongan yang pernah berkiprah di dunia teater di Surabaya Ketika Sam Abede Pareno masih aktif di Dewan Kesenian Surabaya dan lama berada di TPI Jakarta beberapa waktu lalu bertutur.
    Menurut Viddy ada sejumlah cerita rakyat (folklore) yang umum dikisahkan di wilayah pedalaman Lamongan mengenai keberadaan patih yang terkenal dengan Sumpah Palapanya tersebut.
Berdasar cerita rakyat itu pula, tutur Viddy, Gajah Mada adalah anak Raja Majapahit secara tidak sah (istilahnya Lembu Peteng atau Anak Haram) dengan gadis cantik anak seorang Demung (Kepala Desa) Kali Lanang, anak itu dinamai Joko Modo atau jejaka dari Desa Mada, yang diperkirakan kelahirannya sekitar tahun 1300.
Dituturkan  oleh Viddy bahwa kakek Gajah Mada yang bernama Empu Mada, Joko Modo dibawa hijrah ke Desa Cancing, Kecamatan Ngimbang, wilayah yang lebih dekat dengan Bluluk, salah satu Pakuwon di Pamotan, benteng Majapahit di wilayah utara, sementara benteng utama berada di Pakuwon Tenggulun, Kecamatan Solokuro.
Gajah Mada lahir di Lamongan salah satu bukti fisik bahwa adalah adanya situs kuburan ibunda Gajah Mada di Desa Ngimbang, menurut kepercayaan setempat, situs yang sampai sekarang masih ada itu masih dikeramatkan oleh sebagian warga.Makam tersebut sering disebut makam Mbah Ratu.
Viddy kemudian memberi analisisnya mengenai bukti hubungan Gajah Mada dan Lamongan. Ia mengemukakan, prestasi pertama Gajah Mada adalah menyelamatkan Jayanegara yang hendak dibunuh Ra Kuti, pemberontak yang tidak lain adalah Patih Kerajaan Majapahit sendiri.
Gajah Mada saat itu melarikan Prabu Jayanegara ke Desa Badander (sekarang bernama Dander masuk wilayah Bojonegoro arah Nganjuk dekat dengan Khayangan Api salah satu obyek wisata api yang timbul dari tanah tak pernah padam) di wilayah Pamotan.
Saat itu pangkat Gajah Mada yang diperkirakan baru berusia 19 tahun sudah naik menjadi Pimpinan Pengawal Raja (Bhekel Bhayangkara) karena kepiawiannya dalam olah kanuragan.
Sementara itu, Bambang.WS  seniman asal Surabaya dan pendiri Teater Bara Lilin serta pernah menjabat Litbang Sandradetka, Sanggar Netral dan hampir tiap malam dulu melatih seni teater di Taman Budaya Genteng Kali, menyambut baik upaya Masfuk Bupati Lamongan yang peduli kengan pelurusan sejarah Lamongan.
Bambang juga mengatakan bahwa dulu di sebuah hutan yang ada di daerah Modo terdapat petilasan batu bulat menyerupai cobek besar yang konon termpat untuk bertapa Joko Modo yang mungkin adalah masa kecilnya Gajah Mada.
Tetapi saat ini entah kemana batu tersebut, (tahun 1972 foto hitam putih batu petilasan Joko Modo dimiliki almarhum R.Soetadji pamannya Bambang WS yang rumahnya dekat dengan masjid Ngimbang dan memiliki 2 buah sendang disampingnya terbuat dari batu bata merah besar-besar).
    Tentang wujud bagaimana Gajah Mada, selama ini digambarkan sosok pria tambun mata sipit dan rambut terikat diatas kepala. Tampilan tersebut menurut Bambang WS sangat aneh, seorang ahli pertapa memiliki badan gendut dan mata sipit.
    Bentuk mata sipit, menunjukkan adanya jiwa kebohongan dalam diri orang yang memiliki sedang sosok dendut dengan ‘tongkrongan’ yang digambarkan sebagai Patih Gajah Mada kurang pas karena figur demikian konotasinya adalah watak kebengisan.
    Sedang figur ahli lelaku bertapa dan ahli dalam strategi perang, sangat bertentangan dengan gambaran sosok Gajah Mada, semoga upaya Masfuk dalam menelisik asal usul Maha Patih Gajah Mada dapat hasil untuk kebenaran sejarah Majapahit.
    Di Lamongan terdapat gunung pegat kearah Jombang, terdapat nama Desa Modo dan Tarik. Dua nama tersebut lengket dengan sejarah Majapahit. Modo adalah nama Maha Patih dan Tarik adalah nama hutan dihadiahkan raja untuk dibuka daerah baru.
    Saat ini, daerah Modo dan kawasan Tarik masih menyisakan hutan dan hamparan sawah. Kalau digali mungkin dua kawasan tersebut akan diketemukan bebatuan jaman peninggalan masa kejayaan Majapahit.(Agus/HI/Jn)

Rabu, 26 Mei 2010

KAMI SEGERA HADIR

Selain mewartakan berita melaui online di internet
Kami dan kami hadir pula dalam bentuk media cetak

Sabtu, 15 Mei 2010

TARIF IKLAN

IKLAN DI MEDIA DATA NEWS

DARI PEMBACA

Dari Pembaca

  © MEDIA DATA NEWS Online Redaksi: Jl.Suratan IV no 10 Mokokerto 61321 . Menyuarakan Aspirasi Rakyat

Ke : HALAMAN UTAMA