Sabtu, 29 Oktober 2011

Belajar Alquran Bersama Polsek Ngunut


Tulungagung | Datanews - Dalam meningkatkan keimanan dan pendekatan diri pada Tuhan Yang Maha Esa, sesuai perintah Kapolda, Polsek Ngunut melaksanakan belajar bersama membaca Alqur’an disertai Iqro.
    Setiap hari kamis setelah apel pagi dilanjutkan dengan sholat dhuha kemudian belajar bersama di musola yang berada di halaman Polsek Ngunut. Anggota Polsek Ngunut di wajibkan ikut belajar bersama kecuali yang sedang bertugas.
    Mustamar dan Zaini murtadlo dari Pondok Pesantren Hidayatul Mutadi’ien (PPHM) sebagai pengajar para personel dengan sabar dan telaten memberikan bimbingan. Walaupun ada yang terbata-bata mebacanya tulisan yang ada pada papan tulis yang sudah tertulis huruf arab, semangat mereka luar biasa walau ada sedikit usil dari rekan sesama, hal ini bertujuan untuk mengurangi rasa tegang.
Sudah satu bulan ini Polsek Ngunut melaksanakan kegitan rutin tiap hari Kamis pagi karena sebelumnya ada kegiatan rutin yasinan. Nampaknya sebagian anggota banyak yang lancar membaca huruf-huruf arab yang dituilis di papan.
Dengan membaca secara bergilir  kemudian bersama-sama, menunjukkan kekompakan dan kekeluargaan. Dalam satu bulan anggota dimintai iuran sebesar Rp 5.000,- dari 60 personel, dan ada tambahan lagi dari Kapolsek untuk guru pembimbing. Inilah bukti bahwa Polisi juga manusia biasa yang punya kekurangan dan kelebihan.
Dari belajar membaca Alquran, jiwa Polisi mempunyai kepribadian yang baik. Kompol  Priyono selaku Kapolsek Ngunut menuturkan bahwa setelah adanya perintah dari Kapolda, kami harus melaksanakan bersama dan wajib diikuti oleh anggota baik yang sudah lancar membaca Qur’an maupun belum bisa, karena kami di sini sama-sama belajar mulai dari iqro pertama dan seterusnya sampai benar-benar bisa dan lancar. (my/indh)

BP4 Bukan Lagi Fungsi Perceraian


Tulungagung | Datanews - Kantor urusan agama (KUA), ditiap Kecamatan Kabupaten Tulungagung merupakan satuan kerja terdepan Kementrian Agama (KEMENAG) dalam masyarakat memiliki peranan dan tugas yang berat sekaligus berperan strategis di masyarakat.
    Karena KUA merupakan merupakan layanan yang menyentuh masyarakat, karena itu harus bisa memberikan kenyamanan sehingga masyarakat merasa puas. Selain bertugas melaksanakan nikah dan bimbingan perkawinan, juga di bebani tugas dalam bidang pembinaan keluarga sakinah.
Melalui BP4 (Badan Penasehat Perkawinan dan Pelestarian Perkawinan). Adanya BP4 memberikan rasa nyaman bagi rumah tangga untuk menekan angka perceraian. Namun sekarang adanya peraturan baru, KUA sudah tidak berfungsi lagi dalam hal perceraian.
Pada umumnya masyarakat dengan mudah mengurus perceraian lewat Pengadilan Agama (PA) dengan syarat KTP dan buku nikah, tanpa pengantar dari desa maupun KUA. Seperti kita ketahui, tingkat perceraian di Kecamatan Kalidawir meningkat 30% setiap tahunnya. Penyebabnya tidak lain adalah TKI.
Jajaran KUA sebenarnya kecewa dengan adanya perceraian yang tidak lagi membutuhkan KUA, terlebih BP4. Semua dilakukan hanya menekan angka perceraian. Kalaupun menikah melalui desa kemudian KUA, namun untuk cerai hanya lewat Pengadilan Agama, dan KUA hanya menerima tembusan putusan cerai.
Kementrian Agama pernah dimintai pertimbangan sewaktu sosialisasi di Surabaya agar BP4 di hidupkan lagi, agar talak/ cerai bisa terkendali bila lewat KUA. Namun harapan itu hampa belaka dan menemui jalan buntu. Realisasi tidak di indahkan sampai sekarang.
Menurut S. Taslim. S.Ag selaku Kepala KUA Kecamatan Kalidawir menuturkan bahwa dengan adanya perceraian satu pintu membuat KUA merasa was-was. Bagaimana tidak, lewat BP4 kita bisa mendamaikan dan menghambat cerai, kini jarang dipakai lagi.
Bukan  warga Kalidawir saja yang mengajukan cerai, banyak masyarakat kususnya warga Tulungagung yang mengajukan cerai di PA, kita hanya menerima tembusan dari PA. Semoga kedepan Kementrian Agama bisa mengembalikan lagi seperti dulu agar pekerjaan di KUA bisa lancar. (my/indh)

Sabtu, 15 Oktober 2011

SDN I Kedungwaru Tarik Dana Ke Wali Murid

Tulungagung | Datanews –SDN I Kedungwaru Kabupaten Tulungagung untuk meningkatkan ketrampilan siswa siswinya dalam ilmu tehnologi yaitu faham menggunakan computer. Untuk memenuhi kebutuhan sarana komputer yang dirasa kurang memenhi jumlah kebutuhan. Maka pihak sekolah melayangkan edarang kepada orang tua murid
    Tanggal 15 September 2011 pihak SDN I Kedungwaru Kabupaten Tulungagung melayangkan surat bernomor 422/141/103.104.601/2011 tentang perilah pembelajaran komputer ditangatangani oleh Kepala Sekolah Jaelani,SPd dan diketahui Imam Suyadi,M.Pd selaku Ketua Komite Sekolah.
    Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa jumlah komputer yang dimiliki oleh sekolahan tersebut 5 unit, kekurangan 25 unit komputer karena kebutuhan keseluruhan yang dibutuhkan sebanyak 30 unit komputer. Kekurangan 25 unit dimintakan kepada wali murit dari 387 pelajar SDN I Kedungwaru dengan tarikan dana sebesar Rp 10 ribu tiap bulannya.
    Pada lampiran surat edaran ke orang tua murid, tercantum 25 orang tua murid yang hadir dalam musyawarah rapat sekolah dengan orang tua siswa pada tanggal 13 September 2011. Yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Djoko Surisno (sasta), Sasongko Aji (dagang), Irwanto,ST (Polri), Budi Santoso (petani), Sri Muniyanto (swasta).

Jumat, 14 Oktober 2011

Bersih Desa Cerme Kidul


Gresik, Datanews - Bersih Desa atau merti desa merupakan Adat Istiadat secara turun temurun dari nilai-nilai luhur budaya bangsa. Yang merupakan tradisi sarat makna serta manfaat. Ritual ini juga dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan dan ungkapan syukur  yang telah di berikan oleh Tuhan kepada masyarakat Desa Cerme Kidul khususnya. yang di gelar di balai desa Cerme Kidul, Kec.Cerme Kab. Gresik (08/10) .
Seluruh Warga baik tua dan muda turut  gotong royong bersama dengan seluruh perangkat desa, Ibu-ibu pkk  untuk terselanggaranya bersih desa yang di danai berkat partisipasi warga maupun pengusaha setempat.
Supiin salah satu hansip desa setempat mengaku, meskipun capek dan lelah dirinya dan beberapa rekannya tetap bersemangat dalam mengamankan pegelaran bersih desa yang berlangsung semalam suntuk “ Ungkapnya penuh semangat “ .
Selain kegiatan pengajian dan doa bersama yang berlangsung khidmad, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai hiburan pentas seni tradisional campur sari, ludruk dan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon pandowo maneges sebagai puncak acara .
Warga yang hadir  sangat antusias dan rela berdesak-desakan untuk menyaksikan pagelaran acara yang di susun oleh panitia. bahkan segerombolan Ibu-ibu,anak dan para remaja rela duduk di tepi panggung bak antrian air bersih di musim kemarau karena pihak panitia juga membagikan berbagai hadiah hiburan kepada warga yang beruntung. Suasana semakin meriah ketika pelawak Kondang Supari tampil menyemarakkan acara bersih desa cèrme kidul.
Karena pada tahun lalu pelawak kondang (Supari,red ) tidak bisa tampil untuk mengisi acara tahunan yang sangat di nantikan oleh warga setempat. tak pelak, wargapun tak mau ketinggalan untuk menyaksikan penampilan pelawak kondang asal kota Mojokerto ini.
           Selain itu, padagang dadakan yang berderet di tepi jalan raya cèrme ternyata juga mendapatkan berkah dari acara yang di gelar samalam suntuk .
Sutikno, SE selaku Kepala Desa cerme kidul Dalam sambutanya mengatakan, “ Dengan adanya acara bersih desa ini, selain untuk selalu mencintai kesenian tradisional, di harapkan agar ada keselarasan antara warga dan aparatur desa dalam rangka meningkatkan pembangunan selain untuk tetap melestarikan nilai luhur budaya bangsa “ ungkapnya . (sr)

Surya Darma Ali :

 Modin Harus Bisa Antisipasi ancaman Terorisme
Jatim, Datanews - Menteri Agama (Menag), Surya Darma Ali, memberikan pembinaan dan pengarahan pada 2.300 orang Mudin atau pegawai pembantu pencatat nikah (P3N) di Gedung Islamic Center, Surabaya Selasa (11/10) guna mengantisipasi masuknya teroris di wilayah Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Surya Darma Ali mengimbau kepada para Mudin se Jatim agar bisa membantu mengantisipasi ancaman radikalisme dan terorisme. karena, Mudin merupakan kepanjangan tangan dari ulama dan kyai untuk menyampaikan ajaran agama yang baik dan benar. “Mudin harus tampil kedepan, untuk memberikan pencerahan bagi warganya. Karena Mudin di desa ibaratnya para kyai kampong.
     “Para Mudin harus mampu mendeteksi potensi penyebab teror yang menyebabkan perpecahan antar umat. Karena saat ini banyak pihak yang ingin mengadu domba masyarakat dengan kedok agama,” kata Menag, Surya Darma Ali, saat memberikan pembinaan .Diharapkan keberadaan Mudin sebagai tokoh agama di level desa mampu mendeteksi awal potensi teror di wilayah masing-masing ” tambahnya ” .
Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jatim Drs H Sudjak MAg. Menurutnya, dalam mengantisipasi ancaman radikalisme, terorisme, dan anarkisme sebenarnya sangat bergantung pada peran dari (P3N) atau modin.
Sujak berharap "Agar sepatutnya para modin diperhatikan agar mendapatkan kesejahteraan yang serius, baik oleh menteri agama maupun gubernur," kata Sudjak,
Karena peran mereka yang sangat besar dalam mengantisipasi aksi terorisme tersebut, yang disambut tepuk tangan meriah oleh para undangan yang hadir. Sudjak juga menghimbau kepada seluruh modin yang hadir agar senantiasa mengantisipasi benih radikalisme sejak dini.
Dalam Acara itu, Selain Menteri Agama dan Gubernur Soekarwo, hadir juga Wakil Gubernur Saifullah Yusuf, Dirjen Haji Kemenag Slamet Rianto, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Sudjak, Rektor IAIN Sunan Ampel serta ketua MUI Jatim Abdussomad Bukhori. Serta  kurang lebih 25 ribu undangan yang terdiri dari 1.695 Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (PPPN) atau modin, 414 penghulu, 566 pegawai KUA, serta para kepala KUA dan seluruh kepala seksi di seluruh kantor Kementerian Agama kota/kabupaten se Jatim . (hm/sr)

Empat Calon Jamaah Haji Jatim Batal Berangkat

Jatim | Datanews - Sampai dengan Kloter 19 yang sudah diberangkatkan ke Tanah Suci dari Embarkasi Surabaya, empat calon haji Jawa Timur dinyatakan tertunda berangkat karena hamil, dan meninggal dunia.
“Dari total 8.452 jamaah yang sudah berangkat, masih ada empat orang jamaah yang saat ini masih berada di Rumah Sakit Haji Sukolilo,” kata H. Addin Chadiri staff, Humas PPIH Surabaya melalui release, Selasa (11/10).
Ia menjelaskan, ada pula tiga calon haji yang tertunda beragkat akibat hamil, antara lain berasal dari Kloter 1 (Bangkalan), 2 (Bangkalan/Surabaya), dan 11 (Jember).
Perwira Jaga Poliklinik Embarkasi Surabaya, dr Deni Apriani, mengatakan,  empat jamaah tersebut antara lain, Asno Midjah Mukiyadi usia 54 tahun kloter 19 nomor praman 385 asal Kota Surabaya, jamaah ini terdeteksi sakit Pneumoni Bilateral Suspect Pneumothorax dan Preschock atau  Sakit paru dan kondisi sangat lemah.
Kemudian Moh Shawqi Abdul Halim Shiddiq usia 64 tahun kloter 16 nomor praman 64 asal Kabupaten Jember menderita sakit CVA ( Cerebra Vasculer Accident ) atau sakit Stroke, dan hingga berita ini diturunkan dikabarkan telah meninggal dunia.
Sedang Udin Bin Abdullah usia 77 tahun kloter 10 dengar nomor praman 70 menderita penyakit Decomp Cordis atau gagal Jantung dan gagal Ginjal. CJH asal Kabupaten Bondowoso ini, lanjut dr Deni  harus berbaring di RSU Haji Surabaya sampai dinyatakan layak terbang.
Selanjutnya Wiji Rahayu Binti Kasdi CJH asal Kabupaten Jember  kloter 14 berusia 47 tahun. Menurut penjelasan dr. Deni Apriani, Wiji Rahayu menderita penyakit Stroke atau CVA (Cerebra Vasculer Accident).
Hasil pemeriksaan Wiji Rahayu pada awalnya ditolak keberangkatannya, namun atas permintaan keluarganya agar bisa dirawat terlebih dahulu. Maka sejak tanggal 9 Oktober 2011  atas rekomendasi Dokter Poliklinik Embarkasi Surabaya , Wiji Rahayu dirawat di RSU Haji Surabaya.
Kalau penyakit yang diderita Wiji Rahayu sembuh dan dinyatakan layak terbang, kata Dokter Deni, maka yang bersangkutan akan diberangkatkan pada Kloter-kloter Akhir.
Tentang barang bawaan calon haji yang disita karena terlarang, petugas masih menemukan 115 botol minyak goreng dan dua jerigen minyak goreng. Dengan rincian, 84 slop rokok dan 39 bungkus rokok (tiga slop), enam botol madu, empat botol saos, sejumlah benda tajam, dan satu kompor minyak tanah. (hm/sr)

Pabrik Buang Limbah Cair Ke Kali Surabaya

Jatim | Datanews - Kendati pernah terjaring oleh tim Patroli Air Terpadu Jawa Timur, rupanya tak membuat jera industri untuk tetap membuang limbah cair ke Kali Surabaya yang merupakan anak Kali Brantas.
Saat dilakukan sidak Jumat (30/9) terdapat empat industri yang membuang limbah ke sungai. Dua di antaranya, yakni pabrik kertas PT Suparma Tbk dan PT Surya Agung kertas (SAK) yang sebelumnya pernah terjaring oleh tim.
Koordinator Garda Lingkungan Surabaya, Didik Harimuko saat dikonfirmasi, Senin (3/10) mengatakan, saat sidak (inspeksi mendadak) bersama tim gabungan, dua industri tersebut diketahui membuang limbah yang diduga kuat mencemari Kali Surabaya. “Kedua pabrik kertas itu terkenal membandel dan sering buang limbah cair ke Kali Surabaya,” katanya.
Untuk Suparma, membuang limbah pada pukul 10.45 WIB dan dari sampel air limbah yang diambil petugas lab Perum Jasa Tirta (PJT) I diketahui suhunya 32 derajat dengan pH normal 7,3. Namun, saat tim kembali meninjau outlet Suparma pada pukul 15.00 WIB, limbah yang dibuang ternyata lebih banyak berwarna coklat dan berbau lebih tajam.
Petugas lab pun kembali mengambil sampel lagi sebagai pembanding dengan sampel yang di ambil paginya.Perlu diketahui, Suparma yang berada di wilayah Kota Surabaya itu sempat beberapa kali terjaring Tim Patroli Air Terpadu hingga masuk rana pidana.
Pertama yakni pada pelaksanaan patroli 7 Desember 2008. Saat itu, tim mengambil sampel air limbah dan diujikan lab PJT I, diketahui bahwa limbahnya tidak memenuhi baku mutu. Adapun proses tindak lanjut yang diambil untuk PT Suparma adalah diberikan surat peringatan pertama (SP1) dan dilakukan proses penyidikan atas kesengajaan membuat saluran dari bocoran pompa.
Upaya perbaikannya yang dilakukan pun belum maksimal, hingga terjaring lagi oleh tim dan mendapatkan SP2 pada 2009. Selanjutnya, dari proses penyidikan yang dilakukan pihak kepolisian (saat itu Polwiltabes Surabaya) hingga disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya dan mendapatkan vonis denda sebesar Rp 90 juta.
Sedangkan PT SAK, diketahui membuang limbah pada pukul 13.19 WIB. Dari sampel limbah yang diambil, diketahui suhunya mencapai 30 derajat dan pH normal 7,37. SAK ini merupakan industri di wilayah Gresik yang kini masih menjalani proses penyidikan kepolisian.
Sebelumnya, kasus SAK ditangani Polwiltabes Surabaya, namun setelah Polwiltabes dilikuidasi, kasus diserahkan ke Polres Gresik. Hingga kini belum ada kabar kelanjutan proses penyidikannya.
Selain dua pabrik kertas itu, dua pabrik lain yang dipergoki tim sedang membuang limbah, yakni UD Mapan Jaya Abadi (MJA) yang merupakan pabrik pencacahan karong goni plastik dan PT Miwon. Untuk MJA sampel limbah diambil sekitar pukul 10.15 WIB dengan suhu limbah 29 derajat dan pH normal 7,82.
Dari pantauan di lokasi, MJA belum memiliki IPAL (instalasi pengolahan air limbah) dan hanya menggunakan sumur resapan. Namun, diketahui oleh tim jika itu tak diguanakan dan air limbah sisa pencucian dan pencacahan karung langsung dibuang ke sungai melalui saluran by pass.
Saat tim menemui pimpinan pabrik, kini MJA yang berlokasi di Mastrip Kemlaten Surabaya itu menyatakan tengah mengupayakan pembangunan IPAL dengan menggandeng CV Hasta Guna. Saat dikonfirmasi pengawas Kali Surabaya PJT I, Ainur Rochime, MJA juga belum memiliki SIPA (Surat Izin Pengambilan Air) dan disarankan unutk segera mengurusnya melalui Dinas PU Pengairan Jatim.
Sedangkan PT Miwon diketahui membuang limbah pada pukul 13.27 WIB. Dari sampel limbah yang diambil berwarna hijau dan bersuhu 31 derajat dan pH normal 7,74. Dari beberapa kali sampel yang diambil dari PT Miwon, hasil limbahnya sudah cukup bagus dengan beberapa parameter pengukuran yang masih di bawah standar maksimal. (sr)

Jasa Raharja Serahkan Santunan

Ke Ahliwaris Co Pilot Nusantara Buana Air

Jatim | datanews - Sebagai perusahaan terkemuka di Bidang Asuransi, PT. Jasa Raharja Jatim kembali  memenuhi kewajibannya memberikan dana santunan kepada Ahli Waris Co Pilot Pesawat Nusantara Buana Air yang mengalami kecelakaan di pegunungan Leuser beberapa waktu lalu.
Kepala Cabang Jasa Raharja Jawa Timur H. Nana Suyatna, SE, MM didampingi Kasubag Pelayanan Hariono Joko Purnomo dan Kasi Klaim Jasaraharja Putera Edy Torana (5/10) menyerahkan dana santunan kepada ahliwaris atas nama Letkol Budiono (49) tahun yang diterima langsung oleh isteri korban atas nama Farida Hanom di kediamannya, Jalan Wijaya Kusuma No. 6 Sooko Mojokerto.
Sebesar 50 juta dari Jasa Raharja, dan dari Jasa Raharja Putera sebesar Rp. 50 juta sehingga santunan yang telah diterima oleh Farida Hanom seluruhnya berjumlah 100 juta rupiah.
Suasana  penyerahan santunan tersebut berlangsung haru, kerena diwarnai isak tangis oleh isteri korban dan keluarga yang hadir. Dalam kesempatan tersebut keluarga korban yang diwakili oleh kakak ipar almarhum, dan atas nama keluarga menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Jasa Raharja sehingga santunan dapat diterima oleh ahliwaris dalam tempo yang sangat singkat.
Letkol Budiono lahir di Mojokerto pada tanggal 30 Nopember 1962 meninggalkan seorang isteri dan 3 orang anak perempuan. Dan dimakamkan secara militer di pemakaman umum Desa Losari, Kecamtan Gedeg, Kab Mojokerto, Senin (3/10/).
Kabag Humas Jasa Raharja Jatim  Purwono, SH, MH  menyatakan bahwa, Pembayaran santunan korban kecelakaan pesawat Casa Nusantara Buana Air jurusan Medan – Kotacane yang mengakibatkan 4 crew dan 14 penumpang meninggal dunia dibayarkan serentak pada 5/10/11 diseluruh Indonesia sesuai domisili ahliwaris korban.
Pesawat type Casa-212-200 regestrasi PK-TLF mengalami kecelakaan (29/9/2011) di pegunungan Leuser, pada koordinat 03.23.80 North dan 098.01.21 East, yang diawaki oleh Captain Pilot Famal Ishak, Co Pilot Budiono, Flight Enginer Nico Matulessy, FOO B. Sutopo, dengan penumpang sebanyak 14 orang kesemua crew, awak kabin dan penumpangnya ditemukan dan sudah dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, da

Ahliwaris korban KM. Kirana IX

Dapat Santunan Jasa Raharja
Jatim, | Datanews - Sebagai wujud Bakti kepada Masyarakat, Kepala Cabang Jasa Raharja Jawa Timur H. Nana Suyatna, SE, MM menyerahkan santunan kepada ahliwaris korban KM. Kirana IX  (30/09) bertempat di Ruang VIP Dermaga Gapura Surya Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Dalam kesempatan itu turut hadir, Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP. Jayadi, Sahbandar Tanjung Perak Chris P. Wanda dan Direktur Utama PT. Dharma Lautan Utama Bambang Harjo dan para insan pers.
Seperti  dilansir sebelumnya oleh Kabag Humas Jasa Raharja Jatim  Purwono, SH, MH, pada Rabu (28/09) Direktur Operasional Jasa Raharja Budi Setyarso didampingi Kepala Cabang Jasa Raharja Jawa Timur H. Nana Suyatna, Kabag Pelayanan Klaim Harry J. Polii, Kasubag Pelayanan Hariono JP dan Kasubag Sumbangan Wajib Setyo Budi Utomo, juga mengunjungi para korban di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya dan Rumah Sakit PHC Surabaya selain melihat langsung Kapal Motor Kirana IX yang masih sandar di Pelabuhan tanjung Perak.
Melalui H. Nana Suyatna, SE, MM, Jasa Raharja Jatim secara simbolis menyerahkan Dana Santunan tersebut kepada Seno (55) ahli waris korban atas nama Sulika (55). Dalam musibah kebakaran KM. Kirana IX dari Surabaya tujuan Batulicin – Balikpapan yang terjadi pada tanggal 28 September pukul 06.30 di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya
Dalam Musibah KM. Kirana IX tersebut, 8 (delapan) orang dinyatakan meninggal dunia karena berdesak-desakan untuk menyelamatkan diri.Yaitu, Nasuha (60) alamat Desa Oberan Kec. Ademawa, Pamekasan, Sumarni (50) alamat Jl. Cendana No. 70 Kec. Sungai Panjang Samarinda, Suminah (54) alamat Rt. 03/1 Ds. Karanglodho Kec. Ngaringan Kab. Grobogan jateng,
Korban lainnya Sodik (50) alamat Kec. Karang Penang, Sampang, Juminah (40) alamat Kec. Karang Penang Sampang, Sulikah (50) alamat Kec. Duren Balong Jember, Siti Rohmah (28) alamat Desa Krincing Kec. Secang Magelang dan ada satu korban belum terindentifikasi (Mr. X). kejadian bermula ketika salah satu Truck pengangkut sayur mengalami kebakaran sehingga menimbulkan asap, dan mengakibatkan belasan orang lainnya luka-luka yang dirawat di Rumah Sakit PHC Surabaya
Kabag Humas Jasa Raharja Jatim  Purwono, SH, MH menyatakan, Bagi korban meninggal dunia ahliwarisnya masing-masing mendapat santunan dari Jasa Raharja sebesar Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah) dan bagi korban yang dirawat di Rumah Sakit karena luka-luka biaya perawatan akan ditanggung Jasa Raharja maximal Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) yang dibayarkan sesuai domisili ahliwaris yaitu di Wilayah Perwakilan Pamekasan 4 orang, Wilayah Perwakilan Jember 1 orang, Wilayah Perwakilan Magelang 1 orang, wilayah Perwakilan jawa Tengah 1 orang dan Wilayah Perwakilan Samarinda 1 orang. (Hm/Sr)

Ahli Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

 Di Tulungagung Ikuti Ujian Sertifikasi
Tulungagung | Datanews - Dalam upaya mengurangi kesenjangan antara kebutuhan personil pengadaan yang telah bersertifikat dengan personil pengadaan yang tersedia dan dapat tersedia secara merata di seluruh daerah.
Lembaga kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) dengan difasilitasi Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Badan Kepegawaian Daerah melaksanakan kegiatan Ujian Sertifikasi Ahli Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah pada tanggal 8 Oktober 2011 bertempat di Gedung Pertemuan STKIP Tulungagung, dengan narasumber (panitia pengawas pusat) dari LKPP Yuyu dan Agung dibantu oleh para pengawas dari BKD sebagai panitia lokal.
Dari jumlah peserta 100 hadir 95 orang yang terdiri dari para pejabat Eselon III dan pejabat eselon IV atau yang menjabat sebagai Kuasa Anggaran, maupun para staf yang memiliki pengalaman.
Mereka  yang akan ditugaskan sebagai staf pendukung/tim teknis/panitia/pejabat Pembuat Komitmen/pejabat pengadaan dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang mengacu kepada Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah khususnya pasal 12 ayat (2) butir (g) mengenai ketentuan persyaratan memiliki Sertifikat Keahlian Pengadaan Barang/jasa bagi PPK dan Pasal 17 ayat (1) butir (f) mengenai persyaratan memiliki Sertifikat Keahlian Pengadaan Barang/Jasa sesuai kompetensi yang dipersyaratkan bagi Kelompok Kerja ULP/pejabat Pengadaan yang ada pada Lingkup Pemerintah Daerah.
Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan tenaga-tenaga profesional di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah serta akan menjadikan kegiatan belanja modal mempunyai kualitas yang tinggi dan akuntabel. (indh/hms)

Perjuangan Hidup Siti Maulidiah

 Tulungagung | Datanews - Siti Maulidiah (45) janda asal Kabupaten Blitar termasuk wanita yang tegar dan semangat hidup. Sudah tiga kali keluar masuk Rumah Sakit karena didiaknosa oleh dokter RSU Mardiwaluyo Kabupaten Blitar ini menderita penyakit liver. Setiap kali opname, perut Siti yang buncit seperti orang hamil sembilan bulan lebih di sedot hingga keluar cairan beberapa liter, perut Siti kembali kempis.
Namun hal itu tak berapa lama. Dengan Jamkesda Siti bisa mendapat gratis berobat. Setelah pengobatan yang ketiga kalinya, kondisi Siti sekarang memprihatinkan. Bak orang hamil 9 bulan. Untuk jalan saja Siti terasa berat dan sesak apalagi duduk merasa kesulitan.
Tinggal dikontrakan yang sebenarnya tidak layak huni, Siti tinggal bersama ibu kandungnya Siti Fatimah (63) dan dua adiknya. Karena di Blitar sudah tidak mempuyai family dan rumah terjual untuk biaya pengobatan, terpaksa Siti dan keluarga memutuskan untuk tinggal di Tulungagung.
Untuk makan sehari-hari dan kedua anaknya yang bekerja sebagai kernet bus di salah satu PO terkenal di Tulungagung.
Siti merupakan anak pertama  dari tujuh bersaudara. Salah satu adiknya yang kini tinggal bersamanya juga mengidap gangguan jiwa. Sungguh kehidupan yang sangat ironis.
Lingkungan sekitar sangat peduli dengan keadaan  Siti dan keluarga, bahkan hampir  tiap hari tetangga sekitar membantu makan seadanya. Kontrakan yang berada di RT.01/RW.02 Dusun Manggisan Desa Plosokandang Kabupaten Tulungagung merupakan masa depan bagi mereka.
Dalam satu bulannya Siti harus membayar kontrakan sebesar 50 ribu yang dibayar setiap 6 bulan sekali dan listrik 25 ribu tiap bulannya. Penyakit yang diderita Siti dirasa aneh, karena liver yang dideritanya tak kunjung sembuh.
Ibu kandung Siti menuturkan pada Datanews bahwa sebelum sakit, dulunya Siti Maulidiah pernah menolak lamaran dari laki-laki bernama Bejo asal Kanigoro Blitar.
Karena Siti lebih memilih pasangan hidup orang Malang kemungkinan besar anaknya dibuat seperti ini. Saya sudah berusaha ke orang tua dan meminta sama Allah agar anak saya  bisa sembuh, dan saya di kasih umur panjang biar bisa merawat anak saya. (indh)

Kepala Pasar Boyolangu Sembunyi Dibalik Bedak

Tulungagung | Datanews – Efendi kepala Pasar Boyolangu mantan kepala pasar Ngunut dan Kalidawir. Di kantor Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pasar Boyolagu Kabupaten Tulungagung Jawa Timur, rupanya tetap mentradisikan sikap tertutup sejak mengepalai Pasar Ngunut maupun Kalidawir.
    Dari sumber yang digali Datanews, Efendi saat menjabat Kepala pasar Ngunut diduga berupaya menutup diri soal pengelolaan pasar mulai dari kebersihan, pungutan di luar batas rambu-rambu jam pasar dan juga adanya PKL disekitar lingkup pasar.
Saat itu Efendi mengatakan bahwa soal rambu-ramu yang berada di pasar adalah wewenang PU, padahal bukan rahasia umum bahwa kondisi rambu yang ada Ngunut memberlakukan larangan masuk, tetapi toh truk untuk bongkar muat masih bisa masuk, dugaan sementara karena adanya upeti.
Sikap Efendi yang selalu jarang berada dikantor dengan dalih selalu ada urusan tiap hari di Kantor Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar menjadikan Efendi jarang terlihat aktifitasnya di kantor UPT Pasar Boyolangu.
    Keberadaan Pasar Boyolangu salah satu sarana umum yang sangat dibutuhkan warga sekitar dengan kondisi yang nyaman berdagang ataupun berbelanja, saat ini bisa dikata belum memenuhi harapan. Pavingisasi didalam pasar yang kabarnya segera dilaksanakan, saat ini tiada kepastian.
    Datanews yang berupaya menemui Efendi untuk melakukan konfirmasi soal pembangunan paving didalam pasar, darimana dana yang akan dipergunakan pembangunan dan kapan, masih diselimuti tanda tanya besar.
    Hal tersebut, mengikat Efendi yang akan ditemui Datanews malah lagi bersembunyi di balik bedak pasar enggan bertemu pers. Karena Efendi bersembunyi, enggan ditemui, mengkonfirmasikan beralih ke staf nya.
Di stafnyapun ibarat setali tiga uang, lagi-lagi jalan konfirmasi menemui jalan buntu karena tidak ada satupun yang bisa menjawab dengan dalih karena tidak tahu. Tentang pembenahan pasar dengan pengeluaran anggaran, seharusnya dilakukan tranparanisasi, namun di Pasar Boyolangu terselimuti kabut tebal.
Saat Datanews ditemui salah seorang stafnya tersebut,berupaya memberikan amplop yang dikatakan berasal dari Efendi supaya diterima dan tidak enak kalau ditolak. Kahadiran Datanews di Pasar Boyolangu bukan mencari amplop tetapi informasi, sayang info tak didapat sebaliknya berusaha disuap. (indh)

Rehap Balai Desa Serut Butuh Perhatian Pemerintah


Tulungagung | Datanews - Renovasi Balai Desa Serut dipastikan memakan waktu lumayan lama dalam pembangunan, karena dana yang tersedia tidak mencukupi. Nyaris gedung balai desa terehap total, karena bangunan yang sudah tak layak pakai (bocor dan rapuh, red).
Sedangkan pihak desa sendiri sebenarnya ingin kantor desanya lebih bagus dan maju agar masyarakat bangga dan senang bisa bersama-sama menikmati perubahan Balai Desa Serut. Karena sudah beberapa tahun lamanya bangunan yang telah tua kawatir bila sewaktu-waktu hujan dan angin besar bisa roboh.
Pelaksanaan rehap balai desa hanya mengandalkan ADD (Anggaran Dana Desa) dan sebagian swadaya masyarakat walau jumlahnya tidak begitu banyak. Dana yang diperkirakan untuk rehap balai desa sekitar 75 juta dan untuk saat ini masih tersedia dana sekitar 30 juta.
Untuk selebihnya desa berharap besar adanya bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung agar tidak menghambat pelaksanaan pembangunan. PNPM yang bermasalah dan masih terhenti membuat pihak Desa Serut kelimpungan untuk mencari dana pengganti.
Suyitno selaku Kepala Desa Serut menuturkan bahwa ADD yang diterima untuk merehap balai desa meski kurang harus tetap dilaksanakan mengingat bila hujan datang sering banjir dikarenakan bangunan yang sudah lapuk dan bocor.
Meskipun anggaran terbatas harus pelan-pelan tetap jalan. Bila ada kelebihan dana dipastikan ada yang harus direhap lagi. (indh)

Kamis, 06 Oktober 2011

8 Tahun Hidup Dengan Kanker Tulang

Tulungagung | Data News - 8 Tahun sudah Suwarto alias Parto bakso biasa di panggil menderita kanker tulang. Himpitan ekonomi membuatnya jadi patah semangat. Menurut dokter yang memeriksanya Parto, kanker tulang yang dideritanya seharusnya diamputasi agar virus tidak bisa menyebar kemana-mana.
     Pada lengan kanan tumbuh daging hingga mencapai hampir 20 kg. Namun Parto tetap berjuang hidup walaupun keadaannya sangat memprihatinkan. Rombong bakso yang pernah dipakai untuk jualan nampak mangkrak di teras rumah karena lama tidak terpakai.
      Sulastri yang bekerja disebuah pabrik rokok ternama di Tulungagung menjadi tulang punggung bagi suami dan kedua anaknya yang masih dibangku sekolah. Rumah sederhana yang ditempati Parto dan keluarga merupakan satu-satunya pelindung untuk menyambung hidup.
Merintih dan menangis itulah yang dilakukan Parto untuk mengurangi rasa sakit. Ramuan  herbal yang dikonsumsi Parto setiap hari membuat tubuhnya meriang hingga benjolan yang ada dilengan kanannya pecah dan keluar nanah, bahkan darah yang menggumpal. Namun demikian, tidak membuat benjolan dilengannya mengempes.
    Pola makan sehat diterapkan dan menghindari makan daging. Pria yang tinggal di Dusun Srigading RT.03/RW.02 Desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru ini kesehariannya dirawat oleh anak keduanya yang masih duduk dibangku SD kelas 4. 
       Di depan televisi Parto biasa menghabiskan waktu hinngga bisa tidur.
Mungkin dengan cara altertnatif atau minum obat herbal yang dibelinya per paknya seharga Rp 90.000,00 lebih bagus ia konsumsi daripada harus amputasi dan kehilangan tangan kanannya demikian ungkapnya. (indh)

Kosan Titis Kembali Berulah

Tulungagung | Data News- Belum lama kita sudah melupakan kejadian yang pernah dilakukan oleh kos-kosan yang terkenal dengan kumpul kebonya. Siapa lagi kalau bukan “titis” yang berada di Kelurahan Kutoanyar Kecamatan Tulungagung. Pemilik kosan secara pribadi memang menguntungkan tanpa pernah memikir dampaknya ke masyarakat.
Warga sendiri sebenarnya geram dengan pemilik kosan, karena tanpa pandang bulu menerima siapa yang menemati. Bayangkan saja, bila perbulan menyewakan kamar dari harga 200 hingga 300ribu/bulan dan disitu masih ada beberapa kamar, berapa keuntungan yang Titis peroleh. Kalau dulu Kosan Titis terkenal dengan kosan purel, kini banyak yang menempati dari penjaga toko dan pelajar.
Tetapi kini pemilik kosan harus lebih koreksi diri dengan kejadian penggrebekan yang dilakukan oleh pasangan mesum Giatno (46) guru SD warga Karangrejo dengan pasangan kumpul kebonya Ribut (40) warga Pagerwojo.
Pasangan mesum tersebut sedang memadu kasih di kamar kos. Dalam razia teroris disejumlah hotel dan kos-kosan pihak polres memang sedang gencar-gencarnya memerangi teror bom yang saat ini sedang boming di masyarakat.
Tetapi dalam razia ternyata ditemukan pasangan yang bukan sumi-istri. Giyanto Guru SD kelas 5 di Karangrejo mengaku memang sudah lama menjalin hubungan dengan Ribut yang setatusnya sudah janda.
Duda yang ditinggal mati istrinya ini menyuruh Ribut agar kost di Titis dengan dalih agar mudah untuk bertemu dan memadu kasih. Hartono selaku Lurah Kutoanyar seharusnya lebih tegas dalam menertipkan kos-kosan yang ada di wilayahnya terlebih di Titis. Apakah ada sangki bila sudah meresahkan masyarakat. (indh)

Rabu, 05 Oktober 2011

Kinerja Kades Dikeluhkan Kasun

Kediri | Datanews - Gara-gara keterlambatan membayar uang Rp 4.500.000,- maka Kadus Desa Punjul Dusun Purworejo Kec. Ploso Klaten, Kediri berbuntut panjang. Pasalnya Wasis Kepala Dusun Purworejo Desa Punjul diberhentikan sepihak oleh Kades Agus Pamuji.
Pada saat pemanggilan tanggal 21 Juli 2011, Wasis Kadus dipanggil Pak Camat untuk membuat pernyataan yang intinya harus melunasi Pajak Bumi dan Bangunan, bila tidak dapat melunasi maka siap mengundurkan diri.
Wasis akhirnya menyanggupi tanggal 30 Juli 2011, tapi karena belum bisa juga membayar, maka tanggal 4 Agustus 2011 baru bisa di bayar. Adapun jumlah uang yang dibawa Wasis Rp 4.500.000 dan dibawa ke kelurahan dan ditemui Kepala Desa. Agus Pamuji Kepala Desa tidak mau menerima. Dalam kebingungannya maka uang itu dibawa ke Bank Jatim, itupun oleh Bank Jatim ditolak “ katanya sudah lunas “.
Maka dengan Wasis uang tersebut disimpan di BRI Unit Ploso Klaten dengan harapan sewaktu-waktu diminta, yang bersangkutan sudah siap.
Wasis Kadus Purworejo tidak menerima karena pemberhentiannya itu hanya sepihak, seharusnya sebelum pemberhentian itu harus ada surat peringatan terlebih dahulu yang ditandatangani oleh pihak Kecamatan, BPMD, Bupati. Sementara surat pemberhentian yang diterima Wasis Kadus hanya ditandatangani oleh pihak Kelurahan saja. Hal ini sudah menyalahi aturan.
Pada saat pemanggilan yang ke 2 yang diselenggarakan di gedung BPMD yang dihadiri oleh Kapolsek Ploso Klaten, Koramil, Pak Camat yang intinya mengingatkan agar Kades Agus Pamuji mencabut SK dan ternyata peringatan itu tidak diindahkan oleh Kades.
Oleh karena itu, Wasis Kadus melaporkan hal ini ke DPRD ternyata tidak ada respon padahal Wasis sendiri ingin agar Pemerintah Kabupaten Kediri bisa menyelesaikan permasalahan ini sebelum nantinya warga menjadi resah dan permasalahan ini menjadi semakin besar. LUT

Poltabes Surabaya Antisipasi Bom

Surabaya | Datanews - Setelah terjadinya tragedi bom bunuh diri di Solo, Jajaran Polrestabes Surabaya terus meningkatkan keamanan di beberapa tempat yang menjadi titik rawan, yaitu tempat ibadah dan Objek vital keramaian seperti Hotel, Mal, dan Perkantoran.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Coki Manurung di Mapolrestabes Rabu (28/09). mengatakan, pihak sudah melakukan pertemuan dengan muspida kota Surabaya, untuk bersama–sama meningkatkan keamanan di kota pahlawan ini.
“Kita sudah ketemu dengan muspida kota Surabaya untuk membicara keamanan ini, karena keamanan menjadi tanggung jawab kita bersama termasuk masyarakat,” kata Coki.
Lebih lanjut perwira berpangkat melati tiga dipundaknya ini menjelaskan, sesuai dengan intruksi dari Kapolda Jatim pihaknya juga melanjutkan ditingkat polsek untuk mengamankan seluruh wilayahnya. Jika ada hal yang mencurigakan Coki meminta kepada seluruh elemen masyarkat untuk segera melaporkan ke pihak berwajib dan kelurahan setempat.
“Beberapa polsek sudah berkoordinasi dengan camat, kelurahan dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan keamanan,” tuturnya.
Coki juga menjelaskan selain tempat ibadah baik gereja dan Masjid pihaknya juga melakukan peningkatan keamanan di tempat kedatangan orang asing, yakni Hotel, Tempat hiburan, Mall dan kost tempat yang banyak didatangi para turis maupun warga asing.
“Selain dijaga polisi ada juga tim Linmas dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) langsung disebar di berbagai titik.Pendatang baru di Surabaya juga tak luput menjadi perhatian,” ujarnya
Ia menambahkan pihaknya akan memberlakukan sistem terbuka dan tertutup dengan jumlah personel 400 personel..
"Saat ini sudah tersebar 10 personel yang disiagakan untuk mengawasi tempat tersebut,"ujarnya
Sebelumnya,  Jajaran Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menggelar razia di Geraja  Hati Kudus Yesus (HKY) di jalan polisi istimewa Surabaya pada minggu (25/9) (Hm/s*)

Setahun Pemerintahan Sambari-Qosim Banjir Penghargaan

Gresik | Datanews - Setahun Pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Dr. Ir. Sambari Halim Radianto, ST, Msi dan Drs. Mohammad Qosim, M.Si. Pemkab Gresik telah menerima 5 (lima) Penghargaan sekaligus.
Penghargaan itu atas Prestasi Polres Gresik dalam memberikan pelayanan pada masyarakat Gresik. Penghargaan yang diserah terimakan dari Kapolda Jatim, Mayjend Hadiatmoko kepada Wakil Bupati Gresik, Drs. Mohammad Qosim, M.Si di Mapolda Jatim, Selasa (27/9).
Sertifikat dan Penghargaan ini masing-masing untuk Juara I dan ISO Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan Patroli (Turjawli) Penindakan Pelanggaran Pelayanan Lalu Lintas (Dakdar Lantas Yan). Juara I masjid Bintang Kategori, Best Inovation. Juara III Program Kapolda Budhal Awal. Juara III ops Patuh Semeru 2011 dan Pelayanan Terbaik Kantor Samsat Bawean.
Penghargaan ini merupakan kado terindah pada setahun kepemimpinan kami."dalam kesempatan ini kami berterima kasih kepada seluruh jajaran Polres Gresik atas kerjasama, Pelayanan dan Prestasinya selama ini. Sehingga prestasi ini bisa diapresiasi dengan 5 penghargaan sekaligus. Kami berharap kedepan kerjasama, pelayanan dan prestasi ini bisa lebih ditingkatkan" ujar Qosim melalui kabag Humas Andhy Hendro Wijaya.
Dengan 5 (lima) buah penghargaan yang diterima sekaligus ini, berarti telah menambah daftar penghargaan dalam setahun kepemimpinan Sambari-Qosim. Selama setahun ini, tercatat sudah 16 penghargaan yang diterima Pemerintah Kabupaten Gresik, mulai dari penghargaan tingkat Nasioanal maupun regional. Atas penghargaan dan dukungan masyarakat ini, secara khusus Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto secara khusus menyampaikan terimakasih.
Dalam kesempatan syukuran setahun Pemerintahan Sambari-Qosim yang berlangsung di gedung Putri Mijil, melalui telekonfens dari Boston (USA), Bupati Gresik menyampaikan permintaan maaf, apabila dalam setahun pemerintahannya masih banyak yang kurang sempurna.
"kami mohon agar dalam 1,2 dan 3 tahun selanjutnya kami tetap di dukung untuk bisa melaksanakan harapan masyarakat Gresik. Masih banyak yang harus dilaksanakan untuk mewujudkan harapan masyarakat" Ujar Bupati dari Boston (USA).
Bupati juga menuturkan, bahwa dalam masa pendidikannya di Harvard Perlakuan yang diterima disana selayaknya seperti masyarakat biasa. "kami setiap hari harus hadir ke sekolah yang jauhnya seperti jarak Bunder-Gresik hanya dengan berjalan kaki. Belum lagi saat perjalanan itu cuaca kurang bersahabat karena sering hujan. Tapi kami ikhlas demi kemajuan masyarakat Gresik ke depan" ujarnya.
Bupati juga mohon doa restu dari seluruh masyarakat agar hari-hari dapat dilalui dengan baik. Ditambahkan oleh Sambari bahwa pada 1 Oktober 2011 nanti, akan melakukan Orientasi Lapangan (OL). Selanjutnya pada tanggal 13 atau 14 Oktober 2011, sudah bisa kembali ke Gresik. (Hm/s*)

Jasa Raharja Jatim Sosialisasi di SMP Negeri 25 Surabaya

Surabaya | Datanews - Jasa Raharja Cabang Jawa Timur bersama mitra kerja terkait yaitu Binmas Polrestabes Surabaya, Dinas Perhubungan Kota Surabaya dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya (21/9/2011) melakukan penyuluhan tentang keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan di SMP Negeri 25 Surabaya.
Kegiatan ini merupakan bentuk keprihatinan pemerintah dalam hal ini Pemerintah Kota Surabaya melihat kenyataan semakin meningkatnya jumlah korban kecelakaan lalu lintas yang memakan korban jiwa, terutama korban jiwa anak usia sekolah atau pelajar yang prosentasenya mencapai sekitar 25% dari jumlah korban kecelakaan lalu lintas di Jawa Timur.
Pelajar adalah generasi muda yang akan meneruskan perjuangan bangsa dimasa mendatang sehingga para pelajar harus dilindungi keberadaannya terutama dari bahaya kecelakaan lalu lintas sehingga harus dibekali pengetahuan tentang tatacara berlalu lintas yang baik dan benar dan aturan-aturan berlalu lintas sehingga selamat di jalan raya.
Begitu juga para pelajar harus mengetahui tentang hak-haknya untuk mendapatkan santunan Jasa Raharja jika terjadi kecelakaan lalu lintas dan kecelakaan angkutan penumpang umum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 dan 34 Tahun 1964 dan selanjutnya dapat menginformasikan kepada masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas untuk mengurus santunan Jasa Raharja jika mengalami kecelakaan lalu lintas.
Penyuluhan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan dilaksanakan di aula SMP Negeri 25 Surabaya dihadiri 60 orang siswa/siswi wakil dari seluruh kelas yang ada di SMP Negeri 25 Surabaya dan para guru pendamping.
Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 25 Surabaya Bidang Kesiswaan HJ. Herlina P. SPd, MM, menyambut baik kegiatan pembinaan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan kepada para pelajar ini dan berterima kasih kepada para nara sumber yang telah hadir untuk memberikan materi tentang keselamatan lalu lintas dan Santunan Jasa Raharja kepada para siswi/siswinya.
Wakil Kepala Sekolah. Hj. Herlina berpesan kepada para siswa/siswi agar memanfaatkan kesempatan ini dengan baik dengan menyimak dan mendengarkan apa yang disampaikan para nara sumber dengan baik, dan berpesan agar pengetahuan yang diperoleh dari para nara sumber ini ditularkan kepada teman-temannya yang lain.
Selaku nara sumber dalam pembinaan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan kepada pelajar di Kota Surabaya adalah Kasubag Humas dan Hukum Jasa Raharja Cabang Jawa Timur, Purwono,SH,MH., dari Binmas Polrestabes Iptu H. Sugeng Rianto, dan dari Dinas Perhubungan Kota Surabaya Dra. Dahlia.
Pembinaan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan diakhiri dengan dilakukannya evaluasi untuk mengukur daya serap siswa terhadap materi yang telah disampaikan oleh para nara sumber, dan kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar diberikan hadiah. (Hms JR/s*)

Senin, 03 Oktober 2011

Pagelaran wayang Kulit di Pendapa “ Sasana Budaya “

Surabaya, Datanews -UPT Pendidikan dan Pengembangan Kesenian Dinas Pendidikan Provinsi Jatim jalan Jagir Surabaya mengadakan pagelaran wayang kulit dengan bocah di pendopo kantor dinas UPT Jagir Surabaya, kemarin, selasa ( 20/9 ).
Kepala UPT Dinas Pendidikan dan pengembangan kesenian;  Drs. H. Karsono, M.Pd saat ditemui usai acara mengatakan ; Pagelaran ini merupakan pagelaran pertama, yakni sebuah penampilan wayang kulit yang dengan lakon “ Anoman Duta “ oleh dalang Bocah yang dikolaborasikan dengan tarian, sehingga penampilannya sangat menarik dan tidak terkesan monoton dan membosankan. Mengingat selama ini setiap terdapat pagelaran hanya begitu – begitu saja. Adapun tarian yang dikolaborasikan tersebut terdapat sebuah tari majopahitan, ungkapnya.
Dikatakan pula, sebelum pagelaran wayang kulit dimulai terlebih dahulu diawali dengan penampilan samroh dari SDN VI Kedungdoro dan penampilan tarian dari siswa SMA IX Surabaya.     Tari majapahitan yang dikolaborasikan wayang kulit ini diperagakan dalam durasi 90 menit oleh dalang bocah “ HANDONO “ dari SMPN  I Dawar Mojokerto.     Dengan kegiatan semacam ini diharapkan, para generasi muda dapat tertarik, sehingga timbul inisiatif untuk berbuat mengeluarkan kreatifitasnya, menggali dan selalu mengapresiasikan bakat-bakatnya dengan baik.     Harapnya.
Selain itu diharapkan pula, baik dari sekolah SD, SMP dan SMA agar timbul semangat dan kreatifitasnya yang akhirnya mampu mengapresiasikannya dengan membentuk  sebuah grup atau kegiatan seni dalam bentuk paguyuban atau berupa sanggar di lingkungan sekolah masing – masing.   Terkait dengan daerah yang merupakan sebagai kantong seni seperti di desa dawar mojokerto, fihak dinas Pendidikan Jatim melalui UPT pendidikan dan pengembangan kesenian akan selalu memperhatikan dan mengapresiasikan agar dapat dikenal lebih jauh, bukan hanya sekedar di daerah sendiri tetapi dapat dikenal keseluruh daerah se – Jatim bahkan nasional.  seperti yang telah dilakukan dengan membawa anak ini ke istana menghadap wapres untuk mengapresiasikan di sana, dan anak – anak itu sendiri merupakan salah satu dari 10 besar yang menjadi perwakilan dari JawaTimur,   tuturnya.
Mengenai apa yang dikeluhkan oleh para Pembina kesenian didaerah, Karsono mengatakan ; dalam hal ini telah banyak masukan – masukan, namun dari pemerintah Provinsi kepada dinas pendidikan dan UPTnya hanya untuk sebatas membantu mengenalkan dan mengapresiasikan ke masyarakat luas, dan tidak diperkenankan membantu dalam pengadaan alat – alat music seperti gamelan maupun yang lain sesuai dengan instruksi pemerintah provinsi terkait.   Akan tetapi pemerintah memberikan peluang kepada Pembina – Pembina disekolah yang ada untuk melakukan pencarian / penggalian dan melalui wali murid atau donator yang mungkin. (yit)

Demo Kembali Goyang Tulungagung

Tulungagung.Datanews - kembali digonjang demontrasi yang dilakukan oleh LSM Amapta (Aliansi Peduli Masyarakat Tulungagung) yang dipimpin oleh Heri Widodo. Dengan jumblah massa yang mencapai puluhan mengepung kantor DPRD Tulungagung.Dalam orasinya perwakilan massa menuntut adanya perubahan dalam berbagai sektor dalam tata pemerintahan di pemkab Tulungagung.
”Beberapa tuntutan yang kita usung agar pihak terkait melalui DPRD Tulungagung menindak lanjuti perunahan birokrasi yang bersih diTulungagung” terang heri pada Data News disela-sela orasi”Masalah bidang pendidikan,kasus korupsi didalam dinas pendidikan yang tidak jelas penangannya itu salah satu yang kita tuntut dari gerakan kita”lanjut heri.
“Kita berharap penyaluran aspirasi tidak disertai aksi anarkis,duduk satu meja dalam musyawarah agar tetap guyup rukun”harap Samsul Laili kepala Bakesbang limas pada Data News diruang rapat DPRD Tulungagung.Konsetrasi awal massa yang berkumpul di Jln panglima Surdiman bergerak menuju pusat kota pada pukul  8.30 senin 03-10-2011 tersebut mengusung tuntutan,.(Endah Data News)
 

Jalin Kesra 2011 Di Bojonegoro

Bojonegoro , Datanews - Seperti telah disampaikan Gubernur Jatim. Dr. H. Soekarwo (pak De), Jatim memiliki problem sosial yang sangat tinggi dengan 493.004 Kepala keluarga ( KK ) sangat miskin.
Sesuai mottonya ketika dirinya ( pak de ) saat sebagai calon gubernur Jatim, yani “ APBD Untuk Rakyat “.
Maka setelah terpilihnya pak de menjadi gubernur Jatim, digulirkannya program yang salah satunya mengentaskan kemiskinan masyarakat dengan memberikan bantuan langsung untuk meningkatkan ekonomi bagi rakyat yang miskin dengan Jalinkesra melalui Dinas Peternakan (Disnak) Prov. Jatim. dan bantuan itu berupa hewan ternak.
Dengan jalinkesra bantuan ternak untuk Rumah Tangga Sangat Miskin ( RTSM ) pada tahun 2011 pemerintah Prov. Jatim menganggarkan sebesar Rp. 120 M melalui Disnak Jatim kepada sejumlah RTSM untuk 75 Kecamatan dari 29 Kab/Kota se – Jatim.
        Jalinkesra dilaksanakan di Kabupaten Bojonegoro kemarin, 10 – 26 agustus oleh Ka. UPT. Drh. Kusnoto, yang diberikan RTSM di 47 Desa dari 3 Kecamatan di Kab. Bojonegoro. Adapun 3 Kecamatan terseut antara lain, Kec. Dander, Kanor dan Baureno sebanyak 1662 paket.
Sebelum diberikan dilakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak ( seperti Domba dan Kambing Lokal ).
Sedangkan pemerikasaan itu dilakukan menurut TIM , untuk mendapatkan hewan ternak yang sesuai dengan speknya dan untuk hewan yang tidak sesuai harus afkir seperti ; hewan ternak yang memiliki testis satu, terkena gatal – gatal di dekat testis, punting tidak simetrismaupun penyebab lain, maka semua itu harus afkir.   
Hal itu untuk menghindarkan terjadinya penularan terhadap ternak yang lain,  untuk yang testisnya satu dan puntingnya tidak simetris harus afkir pula karena Reproduksi pada saat pembuahan bisa menjadi tidak maksimal. “ Tuturnya.
        Ka. UPT,  Drh. Kusnoto mengatakan, bantuan ini langsung dari Pak De guna meningkatkan ekonomi masyarakat agar terhindar dari kemiskinan.Untuk itu kepada seluruh penerima diminta agar benar – benar mau merawat dan mengembangkannya.
Dengan begitu ekonomi rakyat bisa ditingkatkan dan kebutuhan hidup juga bisa ditutup dengan cukup menjual anaknya setelah berkembang ( ber - anak ), “ harapnya.
        Dikatakan pula, bantuan sejumlah 1662 paket tersebut dengan rincian ; 560 ekor untuk domba,   991 ekor kambing lokal yang masing – masing KK menerima 4 kambing atau domba ( 3 betina, 1 jantan ), 63 ekor ayam dan 48 ekor itik masing – masing 35 ekor dengan rincian: 32 ayam betina, 3 jantan untuk ayam dan 33 betina, 2 jantan untuk itik yang disertai dengan makanan sebanyak 100Kg dan 4 kurungan untuk ayam, “ imbuhnya.
        Sedangkan untuk pengadaan hewan ternak sejumlah 1662 paket di 3 kecamatan dilakukan oleh pemenang tender saat pelelangan, yakni dari PT. Ady Putra Prima Kencana,  milik ibu Dahlia ( Direktur ) yang di bantu Irwan Malik ( Asisten ).
Saat di temui Malik mengatakan,  untuk mendapatkan sejumlah hewan ternak itu dibutuhkan waktu yang lama ( beberapa bulan ) dan berasal dari beberapa daerah.
     Dalam pengadaan, selama mengumpulkan hewan itu kami melakukan pemilihan terhadap hewan – hewan yang sesuai dengan speknya dan di ikuti dengan perawatanyang cukup baik untuk hewan maupun kandangnya agar tetap bersih dan hewanpun juga sehat,tuturnya “.
Pelaksanaan bantuan terhadap RTSM ini disambut baik oleh kepala desa – kepala desa yang terkait dan wajah yang berseri - seri penuh rasa bahagia dan haru dari masyarakat penerima.    
Salah satu penerima saat ditanya mengatakan dalam bahasa jawa,“ Kulo matur nuwun sanget, bantuan pak gubernur niki urip kulo mangke tanbah sae mas, mugi – mugi pak de mangke saget dadi gubernur male kersane pemerintahane tanbah sae male,   tuturnya “.yit.

  © MEDIA DATA NEWS Online Redaksi: Jl.Suratan IV no 10 Mokokerto 61321 . Menyuarakan Aspirasi Rakyat

Ke : HALAMAN UTAMA