Surabaya | Datanews - Setelah terjadinya tragedi bom bunuh diri di Solo, Jajaran Polrestabes Surabaya terus meningkatkan keamanan di beberapa tempat yang menjadi titik rawan, yaitu tempat ibadah dan Objek vital keramaian seperti Hotel, Mal, dan Perkantoran.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Coki Manurung di Mapolrestabes Rabu (28/09). mengatakan, pihak sudah melakukan pertemuan dengan muspida kota Surabaya, untuk bersama–sama meningkatkan keamanan di kota pahlawan ini.
“Kita sudah ketemu dengan muspida kota Surabaya untuk membicara keamanan ini, karena keamanan menjadi tanggung jawab kita bersama termasuk masyarakat,” kata Coki.
Lebih lanjut perwira berpangkat melati tiga dipundaknya ini menjelaskan, sesuai dengan intruksi dari Kapolda Jatim pihaknya juga melanjutkan ditingkat polsek untuk mengamankan seluruh wilayahnya. Jika ada hal yang mencurigakan Coki meminta kepada seluruh elemen masyarkat untuk segera melaporkan ke pihak berwajib dan kelurahan setempat.
“Beberapa polsek sudah berkoordinasi dengan camat, kelurahan dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan keamanan,” tuturnya.
Coki juga menjelaskan selain tempat ibadah baik gereja dan Masjid pihaknya juga melakukan peningkatan keamanan di tempat kedatangan orang asing, yakni Hotel, Tempat hiburan, Mall dan kost tempat yang banyak didatangi para turis maupun warga asing.
“Selain dijaga polisi ada juga tim Linmas dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) langsung disebar di berbagai titik.Pendatang baru di Surabaya juga tak luput menjadi perhatian,” ujarnya
Ia menambahkan pihaknya akan memberlakukan sistem terbuka dan tertutup dengan jumlah personel 400 personel..
"Saat ini sudah tersebar 10 personel yang disiagakan untuk mengawasi tempat tersebut,"ujarnya
Sebelumnya, Jajaran Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menggelar razia di Geraja Hati Kudus Yesus (HKY) di jalan polisi istimewa Surabaya pada minggu (25/9) (Hm/s*)
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Coki Manurung di Mapolrestabes Rabu (28/09). mengatakan, pihak sudah melakukan pertemuan dengan muspida kota Surabaya, untuk bersama–sama meningkatkan keamanan di kota pahlawan ini.
“Kita sudah ketemu dengan muspida kota Surabaya untuk membicara keamanan ini, karena keamanan menjadi tanggung jawab kita bersama termasuk masyarakat,” kata Coki.
Lebih lanjut perwira berpangkat melati tiga dipundaknya ini menjelaskan, sesuai dengan intruksi dari Kapolda Jatim pihaknya juga melanjutkan ditingkat polsek untuk mengamankan seluruh wilayahnya. Jika ada hal yang mencurigakan Coki meminta kepada seluruh elemen masyarkat untuk segera melaporkan ke pihak berwajib dan kelurahan setempat.
“Beberapa polsek sudah berkoordinasi dengan camat, kelurahan dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan keamanan,” tuturnya.
Coki juga menjelaskan selain tempat ibadah baik gereja dan Masjid pihaknya juga melakukan peningkatan keamanan di tempat kedatangan orang asing, yakni Hotel, Tempat hiburan, Mall dan kost tempat yang banyak didatangi para turis maupun warga asing.
“Selain dijaga polisi ada juga tim Linmas dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) langsung disebar di berbagai titik.Pendatang baru di Surabaya juga tak luput menjadi perhatian,” ujarnya
Ia menambahkan pihaknya akan memberlakukan sistem terbuka dan tertutup dengan jumlah personel 400 personel..
"Saat ini sudah tersebar 10 personel yang disiagakan untuk mengawasi tempat tersebut,"ujarnya
Sebelumnya, Jajaran Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menggelar razia di Geraja Hati Kudus Yesus (HKY) di jalan polisi istimewa Surabaya pada minggu (25/9) (Hm/s*)