Surabaya, Datanews -UPT Pendidikan dan Pengembangan Kesenian Dinas Pendidikan Provinsi Jatim jalan Jagir Surabaya mengadakan pagelaran wayang kulit dengan bocah di pendopo kantor dinas UPT Jagir Surabaya, kemarin, selasa ( 20/9 ). Kepala UPT Dinas Pendidikan dan pengembangan kesenian; Drs. H. Karsono, M.Pd saat ditemui usai acara mengatakan ; Pagelaran ini merupakan pagelaran pertama, yakni sebuah penampilan wayang kulit yang dengan lakon “ Anoman Duta “ oleh dalang Bocah yang dikolaborasikan dengan tarian, sehingga penampilannya sangat menarik dan tidak terkesan monoton dan membosankan. Mengingat selama ini setiap terdapat pagelaran hanya begitu – begitu saja. Adapun tarian yang dikolaborasikan tersebut terdapat sebuah tari majopahitan, ungkapnya.
Dikatakan pula, sebelum pagelaran wayang kulit dimulai terlebih dahulu diawali dengan penampilan samroh dari SDN VI Kedungdoro dan penampilan tarian dari siswa SMA IX Surabaya. Tari majapahitan yang dikolaborasikan wayang kulit ini diperagakan dalam durasi 90 menit oleh dalang bocah “ HANDONO “ dari SMPN I Dawar Mojokerto. Dengan kegiatan semacam ini diharapkan, para generasi muda dapat tertarik, sehingga timbul inisiatif untuk berbuat mengeluarkan kreatifitasnya, menggali dan selalu mengapresiasikan bakat-bakatnya dengan baik. Harapnya.
Selain itu diharapkan pula, baik dari sekolah SD, SMP dan SMA agar timbul semangat dan kreatifitasnya yang akhirnya mampu mengapresiasikannya dengan membentuk sebuah grup atau kegiatan seni dalam bentuk paguyuban atau berupa sanggar di lingkungan sekolah masing – masing. Terkait dengan daerah yang merupakan sebagai kantong seni seperti di desa dawar mojokerto, fihak dinas Pendidikan Jatim melalui UPT pendidikan dan pengembangan kesenian akan selalu memperhatikan dan mengapresiasikan agar dapat dikenal lebih jauh, bukan hanya sekedar di daerah sendiri tetapi dapat dikenal keseluruh daerah se – Jatim bahkan nasional. seperti yang telah dilakukan dengan membawa anak ini ke istana menghadap wapres untuk mengapresiasikan di sana, dan anak – anak itu sendiri merupakan salah satu dari 10 besar yang menjadi perwakilan dari JawaTimur, tuturnya.
Mengenai apa yang dikeluhkan oleh para Pembina kesenian didaerah, Karsono mengatakan ; dalam hal ini telah banyak masukan – masukan, namun dari pemerintah Provinsi kepada dinas pendidikan dan UPTnya hanya untuk sebatas membantu mengenalkan dan mengapresiasikan ke masyarakat luas, dan tidak diperkenankan membantu dalam pengadaan alat – alat music seperti gamelan maupun yang lain sesuai dengan instruksi pemerintah provinsi terkait. Akan tetapi pemerintah memberikan peluang kepada Pembina – Pembina disekolah yang ada untuk melakukan pencarian / penggalian dan melalui wali murid atau donator yang mungkin. (yit)