Tulungagung | Datanews – Efendi kepala Pasar Boyolangu mantan kepala pasar Ngunut dan Kalidawir. Di kantor Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pasar Boyolagu Kabupaten Tulungagung Jawa Timur, rupanya tetap mentradisikan sikap tertutup sejak mengepalai Pasar Ngunut maupun Kalidawir.
Dari sumber yang digali Datanews, Efendi saat menjabat Kepala pasar Ngunut diduga berupaya menutup diri soal pengelolaan pasar mulai dari kebersihan, pungutan di luar batas rambu-rambu jam pasar dan juga adanya PKL disekitar lingkup pasar.
Saat itu Efendi mengatakan bahwa soal rambu-ramu yang berada di pasar adalah wewenang PU, padahal bukan rahasia umum bahwa kondisi rambu yang ada Ngunut memberlakukan larangan masuk, tetapi toh truk untuk bongkar muat masih bisa masuk, dugaan sementara karena adanya upeti.
Sikap Efendi yang selalu jarang berada dikantor dengan dalih selalu ada urusan tiap hari di Kantor Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar menjadikan Efendi jarang terlihat aktifitasnya di kantor UPT Pasar Boyolangu.
Keberadaan Pasar Boyolangu salah satu sarana umum yang sangat dibutuhkan warga sekitar dengan kondisi yang nyaman berdagang ataupun berbelanja, saat ini bisa dikata belum memenuhi harapan. Pavingisasi didalam pasar yang kabarnya segera dilaksanakan, saat ini tiada kepastian.
Datanews yang berupaya menemui Efendi untuk melakukan konfirmasi soal pembangunan paving didalam pasar, darimana dana yang akan dipergunakan pembangunan dan kapan, masih diselimuti tanda tanya besar.
Hal tersebut, mengikat Efendi yang akan ditemui Datanews malah lagi bersembunyi di balik bedak pasar enggan bertemu pers. Karena Efendi bersembunyi, enggan ditemui, mengkonfirmasikan beralih ke staf nya.
Di stafnyapun ibarat setali tiga uang, lagi-lagi jalan konfirmasi menemui jalan buntu karena tidak ada satupun yang bisa menjawab dengan dalih karena tidak tahu. Tentang pembenahan pasar dengan pengeluaran anggaran, seharusnya dilakukan tranparanisasi, namun di Pasar Boyolangu terselimuti kabut tebal.
Saat Datanews ditemui salah seorang stafnya tersebut,berupaya memberikan amplop yang dikatakan berasal dari Efendi supaya diterima dan tidak enak kalau ditolak. Kahadiran Datanews di Pasar Boyolangu bukan mencari amplop tetapi informasi, sayang info tak didapat sebaliknya berusaha disuap. (indh)
Dari sumber yang digali Datanews, Efendi saat menjabat Kepala pasar Ngunut diduga berupaya menutup diri soal pengelolaan pasar mulai dari kebersihan, pungutan di luar batas rambu-rambu jam pasar dan juga adanya PKL disekitar lingkup pasar.
Saat itu Efendi mengatakan bahwa soal rambu-ramu yang berada di pasar adalah wewenang PU, padahal bukan rahasia umum bahwa kondisi rambu yang ada Ngunut memberlakukan larangan masuk, tetapi toh truk untuk bongkar muat masih bisa masuk, dugaan sementara karena adanya upeti.
Sikap Efendi yang selalu jarang berada dikantor dengan dalih selalu ada urusan tiap hari di Kantor Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar menjadikan Efendi jarang terlihat aktifitasnya di kantor UPT Pasar Boyolangu.
Keberadaan Pasar Boyolangu salah satu sarana umum yang sangat dibutuhkan warga sekitar dengan kondisi yang nyaman berdagang ataupun berbelanja, saat ini bisa dikata belum memenuhi harapan. Pavingisasi didalam pasar yang kabarnya segera dilaksanakan, saat ini tiada kepastian.
Datanews yang berupaya menemui Efendi untuk melakukan konfirmasi soal pembangunan paving didalam pasar, darimana dana yang akan dipergunakan pembangunan dan kapan, masih diselimuti tanda tanya besar.
Hal tersebut, mengikat Efendi yang akan ditemui Datanews malah lagi bersembunyi di balik bedak pasar enggan bertemu pers. Karena Efendi bersembunyi, enggan ditemui, mengkonfirmasikan beralih ke staf nya.
Di stafnyapun ibarat setali tiga uang, lagi-lagi jalan konfirmasi menemui jalan buntu karena tidak ada satupun yang bisa menjawab dengan dalih karena tidak tahu. Tentang pembenahan pasar dengan pengeluaran anggaran, seharusnya dilakukan tranparanisasi, namun di Pasar Boyolangu terselimuti kabut tebal.
Saat Datanews ditemui salah seorang stafnya tersebut,berupaya memberikan amplop yang dikatakan berasal dari Efendi supaya diterima dan tidak enak kalau ditolak. Kahadiran Datanews di Pasar Boyolangu bukan mencari amplop tetapi informasi, sayang info tak didapat sebaliknya berusaha disuap. (indh)
