Tulungagung | Data News- Belum lama kita sudah melupakan kejadian yang pernah dilakukan oleh kos-kosan yang terkenal dengan kumpul kebonya. Siapa lagi kalau bukan “titis” yang berada di Kelurahan Kutoanyar Kecamatan Tulungagung. Pemilik kosan secara pribadi memang menguntungkan tanpa pernah memikir dampaknya ke masyarakat.Warga sendiri sebenarnya geram dengan pemilik kosan, karena tanpa pandang bulu menerima siapa yang menemati. Bayangkan saja, bila perbulan menyewakan kamar dari harga 200 hingga 300ribu/bulan dan disitu masih ada beberapa kamar, berapa keuntungan yang Titis peroleh. Kalau dulu Kosan Titis terkenal dengan kosan purel, kini banyak yang menempati dari penjaga toko dan pelajar.
Tetapi kini pemilik kosan harus lebih koreksi diri dengan kejadian penggrebekan yang dilakukan oleh pasangan mesum Giatno (46) guru SD warga Karangrejo dengan pasangan kumpul kebonya Ribut (40) warga Pagerwojo.
Pasangan mesum tersebut sedang memadu kasih di kamar kos. Dalam razia teroris disejumlah hotel dan kos-kosan pihak polres memang sedang gencar-gencarnya memerangi teror bom yang saat ini sedang boming di masyarakat.
Tetapi dalam razia ternyata ditemukan pasangan yang bukan sumi-istri. Giyanto Guru SD kelas 5 di Karangrejo mengaku memang sudah lama menjalin hubungan dengan Ribut yang setatusnya sudah janda.
Duda yang ditinggal mati istrinya ini menyuruh Ribut agar kost di Titis dengan dalih agar mudah untuk bertemu dan memadu kasih. Hartono selaku Lurah Kutoanyar seharusnya lebih tegas dalam menertipkan kos-kosan yang ada di wilayahnya terlebih di Titis. Apakah ada sangki bila sudah meresahkan masyarakat. (indh)