Jatim | Datanews - Sampai dengan Kloter 19 yang sudah diberangkatkan ke Tanah Suci dari Embarkasi Surabaya, empat calon haji Jawa Timur dinyatakan tertunda berangkat karena hamil, dan meninggal dunia.
“Dari total 8.452 jamaah yang sudah berangkat, masih ada empat orang jamaah yang saat ini masih berada di Rumah Sakit Haji Sukolilo,” kata H. Addin Chadiri staff, Humas PPIH Surabaya melalui release, Selasa (11/10).
Ia menjelaskan, ada pula tiga calon haji yang tertunda beragkat akibat hamil, antara lain berasal dari Kloter 1 (Bangkalan), 2 (Bangkalan/Surabaya), dan 11 (Jember).
Perwira Jaga Poliklinik Embarkasi Surabaya, dr Deni Apriani, mengatakan, empat jamaah tersebut antara lain, Asno Midjah Mukiyadi usia 54 tahun kloter 19 nomor praman 385 asal Kota Surabaya, jamaah ini terdeteksi sakit Pneumoni Bilateral Suspect Pneumothorax dan Preschock atau Sakit paru dan kondisi sangat lemah.
Kemudian Moh Shawqi Abdul Halim Shiddiq usia 64 tahun kloter 16 nomor praman 64 asal Kabupaten Jember menderita sakit CVA ( Cerebra Vasculer Accident ) atau sakit Stroke, dan hingga berita ini diturunkan dikabarkan telah meninggal dunia.
Sedang Udin Bin Abdullah usia 77 tahun kloter 10 dengar nomor praman 70 menderita penyakit Decomp Cordis atau gagal Jantung dan gagal Ginjal. CJH asal Kabupaten Bondowoso ini, lanjut dr Deni harus berbaring di RSU Haji Surabaya sampai dinyatakan layak terbang.
Selanjutnya Wiji Rahayu Binti Kasdi CJH asal Kabupaten Jember kloter 14 berusia 47 tahun. Menurut penjelasan dr. Deni Apriani, Wiji Rahayu menderita penyakit Stroke atau CVA (Cerebra Vasculer Accident).
Hasil pemeriksaan Wiji Rahayu pada awalnya ditolak keberangkatannya, namun atas permintaan keluarganya agar bisa dirawat terlebih dahulu. Maka sejak tanggal 9 Oktober 2011 atas rekomendasi Dokter Poliklinik Embarkasi Surabaya , Wiji Rahayu dirawat di RSU Haji Surabaya.
Kalau penyakit yang diderita Wiji Rahayu sembuh dan dinyatakan layak terbang, kata Dokter Deni, maka yang bersangkutan akan diberangkatkan pada Kloter-kloter Akhir.
Tentang barang bawaan calon haji yang disita karena terlarang, petugas masih menemukan 115 botol minyak goreng dan dua jerigen minyak goreng. Dengan rincian, 84 slop rokok dan 39 bungkus rokok (tiga slop), enam botol madu, empat botol saos, sejumlah benda tajam, dan satu kompor minyak tanah. (hm/sr)
“Dari total 8.452 jamaah yang sudah berangkat, masih ada empat orang jamaah yang saat ini masih berada di Rumah Sakit Haji Sukolilo,” kata H. Addin Chadiri staff, Humas PPIH Surabaya melalui release, Selasa (11/10).
Ia menjelaskan, ada pula tiga calon haji yang tertunda beragkat akibat hamil, antara lain berasal dari Kloter 1 (Bangkalan), 2 (Bangkalan/Surabaya), dan 11 (Jember).
Perwira Jaga Poliklinik Embarkasi Surabaya, dr Deni Apriani, mengatakan, empat jamaah tersebut antara lain, Asno Midjah Mukiyadi usia 54 tahun kloter 19 nomor praman 385 asal Kota Surabaya, jamaah ini terdeteksi sakit Pneumoni Bilateral Suspect Pneumothorax dan Preschock atau Sakit paru dan kondisi sangat lemah.
Kemudian Moh Shawqi Abdul Halim Shiddiq usia 64 tahun kloter 16 nomor praman 64 asal Kabupaten Jember menderita sakit CVA ( Cerebra Vasculer Accident ) atau sakit Stroke, dan hingga berita ini diturunkan dikabarkan telah meninggal dunia.
Sedang Udin Bin Abdullah usia 77 tahun kloter 10 dengar nomor praman 70 menderita penyakit Decomp Cordis atau gagal Jantung dan gagal Ginjal. CJH asal Kabupaten Bondowoso ini, lanjut dr Deni harus berbaring di RSU Haji Surabaya sampai dinyatakan layak terbang.
Selanjutnya Wiji Rahayu Binti Kasdi CJH asal Kabupaten Jember kloter 14 berusia 47 tahun. Menurut penjelasan dr. Deni Apriani, Wiji Rahayu menderita penyakit Stroke atau CVA (Cerebra Vasculer Accident).
Hasil pemeriksaan Wiji Rahayu pada awalnya ditolak keberangkatannya, namun atas permintaan keluarganya agar bisa dirawat terlebih dahulu. Maka sejak tanggal 9 Oktober 2011 atas rekomendasi Dokter Poliklinik Embarkasi Surabaya , Wiji Rahayu dirawat di RSU Haji Surabaya.
Kalau penyakit yang diderita Wiji Rahayu sembuh dan dinyatakan layak terbang, kata Dokter Deni, maka yang bersangkutan akan diberangkatkan pada Kloter-kloter Akhir.
Tentang barang bawaan calon haji yang disita karena terlarang, petugas masih menemukan 115 botol minyak goreng dan dua jerigen minyak goreng. Dengan rincian, 84 slop rokok dan 39 bungkus rokok (tiga slop), enam botol madu, empat botol saos, sejumlah benda tajam, dan satu kompor minyak tanah. (hm/sr)