Tulungagung | Datanews - Kantor urusan agama (KUA), ditiap Kecamatan Kabupaten Tulungagung merupakan satuan kerja terdepan Kementrian Agama (KEMENAG) dalam masyarakat memiliki peranan dan tugas yang berat sekaligus berperan strategis di masyarakat. Karena KUA merupakan merupakan layanan yang menyentuh masyarakat, karena itu harus bisa memberikan kenyamanan sehingga masyarakat merasa puas. Selain bertugas melaksanakan nikah dan bimbingan perkawinan, juga di bebani tugas dalam bidang pembinaan keluarga sakinah.
Melalui BP4 (Badan Penasehat Perkawinan dan Pelestarian Perkawinan). Adanya BP4 memberikan rasa nyaman bagi rumah tangga untuk menekan angka perceraian. Namun sekarang adanya peraturan baru, KUA sudah tidak berfungsi lagi dalam hal perceraian.
Pada umumnya masyarakat dengan mudah mengurus perceraian lewat Pengadilan Agama (PA) dengan syarat KTP dan buku nikah, tanpa pengantar dari desa maupun KUA. Seperti kita ketahui, tingkat perceraian di Kecamatan Kalidawir meningkat 30% setiap tahunnya. Penyebabnya tidak lain adalah TKI.
Jajaran KUA sebenarnya kecewa dengan adanya perceraian yang tidak lagi membutuhkan KUA, terlebih BP4. Semua dilakukan hanya menekan angka perceraian. Kalaupun menikah melalui desa kemudian KUA, namun untuk cerai hanya lewat Pengadilan Agama, dan KUA hanya menerima tembusan putusan cerai.
Kementrian Agama pernah dimintai pertimbangan sewaktu sosialisasi di Surabaya agar BP4 di hidupkan lagi, agar talak/ cerai bisa terkendali bila lewat KUA. Namun harapan itu hampa belaka dan menemui jalan buntu. Realisasi tidak di indahkan sampai sekarang.
Menurut S. Taslim. S.Ag selaku Kepala KUA Kecamatan Kalidawir menuturkan bahwa dengan adanya perceraian satu pintu membuat KUA merasa was-was. Bagaimana tidak, lewat BP4 kita bisa mendamaikan dan menghambat cerai, kini jarang dipakai lagi.
Bukan warga Kalidawir saja yang mengajukan cerai, banyak masyarakat kususnya warga Tulungagung yang mengajukan cerai di PA, kita hanya menerima tembusan dari PA. Semoga kedepan Kementrian Agama bisa mengembalikan lagi seperti dulu agar pekerjaan di KUA bisa lancar. (my/indh)