Modin Harus Bisa Antisipasi ancaman Terorisme
Jatim, Datanews - Menteri Agama (Menag), Surya Darma Ali, memberikan pembinaan dan pengarahan pada 2.300 orang Mudin atau pegawai pembantu pencatat nikah (P3N) di Gedung Islamic Center, Surabaya Selasa (11/10) guna mengantisipasi masuknya teroris di wilayah Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Surya Darma Ali mengimbau kepada para Mudin se Jatim agar bisa membantu mengantisipasi ancaman radikalisme dan terorisme. karena, Mudin merupakan kepanjangan tangan dari ulama dan kyai untuk menyampaikan ajaran agama yang baik dan benar. “Mudin harus tampil kedepan, untuk memberikan pencerahan bagi warganya. Karena Mudin di desa ibaratnya para kyai kampong.
“Para Mudin harus mampu mendeteksi potensi penyebab teror yang menyebabkan perpecahan antar umat. Karena saat ini banyak pihak yang ingin mengadu domba masyarakat dengan kedok agama,” kata Menag, Surya Darma Ali, saat memberikan pembinaan .Diharapkan keberadaan Mudin sebagai tokoh agama di level desa mampu mendeteksi awal potensi teror di wilayah masing-masing ” tambahnya ” .
Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jatim Drs H Sudjak MAg. Menurutnya, dalam mengantisipasi ancaman radikalisme, terorisme, dan anarkisme sebenarnya sangat bergantung pada peran dari (P3N) atau modin.
Sujak berharap "Agar sepatutnya para modin diperhatikan agar mendapatkan kesejahteraan yang serius, baik oleh menteri agama maupun gubernur," kata Sudjak,
Karena peran mereka yang sangat besar dalam mengantisipasi aksi terorisme tersebut, yang disambut tepuk tangan meriah oleh para undangan yang hadir. Sudjak juga menghimbau kepada seluruh modin yang hadir agar senantiasa mengantisipasi benih radikalisme sejak dini.
Dalam Acara itu, Selain Menteri Agama dan Gubernur Soekarwo, hadir juga Wakil Gubernur Saifullah Yusuf, Dirjen Haji Kemenag Slamet Rianto, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Sudjak, Rektor IAIN Sunan Ampel serta ketua MUI Jatim Abdussomad Bukhori. Serta kurang lebih 25 ribu undangan yang terdiri dari 1.695 Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (PPPN) atau modin, 414 penghulu, 566 pegawai KUA, serta para kepala KUA dan seluruh kepala seksi di seluruh kantor Kementerian Agama kota/kabupaten se Jatim . (hm/sr)
Dalam kesempatan tersebut, Surya Darma Ali mengimbau kepada para Mudin se Jatim agar bisa membantu mengantisipasi ancaman radikalisme dan terorisme. karena, Mudin merupakan kepanjangan tangan dari ulama dan kyai untuk menyampaikan ajaran agama yang baik dan benar. “Mudin harus tampil kedepan, untuk memberikan pencerahan bagi warganya. Karena Mudin di desa ibaratnya para kyai kampong.
“Para Mudin harus mampu mendeteksi potensi penyebab teror yang menyebabkan perpecahan antar umat. Karena saat ini banyak pihak yang ingin mengadu domba masyarakat dengan kedok agama,” kata Menag, Surya Darma Ali, saat memberikan pembinaan .Diharapkan keberadaan Mudin sebagai tokoh agama di level desa mampu mendeteksi awal potensi teror di wilayah masing-masing ” tambahnya ” .
Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jatim Drs H Sudjak MAg. Menurutnya, dalam mengantisipasi ancaman radikalisme, terorisme, dan anarkisme sebenarnya sangat bergantung pada peran dari (P3N) atau modin.
Sujak berharap "Agar sepatutnya para modin diperhatikan agar mendapatkan kesejahteraan yang serius, baik oleh menteri agama maupun gubernur," kata Sudjak,
Karena peran mereka yang sangat besar dalam mengantisipasi aksi terorisme tersebut, yang disambut tepuk tangan meriah oleh para undangan yang hadir. Sudjak juga menghimbau kepada seluruh modin yang hadir agar senantiasa mengantisipasi benih radikalisme sejak dini.
Dalam Acara itu, Selain Menteri Agama dan Gubernur Soekarwo, hadir juga Wakil Gubernur Saifullah Yusuf, Dirjen Haji Kemenag Slamet Rianto, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Sudjak, Rektor IAIN Sunan Ampel serta ketua MUI Jatim Abdussomad Bukhori. Serta kurang lebih 25 ribu undangan yang terdiri dari 1.695 Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (PPPN) atau modin, 414 penghulu, 566 pegawai KUA, serta para kepala KUA dan seluruh kepala seksi di seluruh kantor Kementerian Agama kota/kabupaten se Jatim . (hm/sr)